“Ada dua solusi: meningkatkan PAD atau meminta bantuan pemerintah provinsi dan pusat. Keduanya sedang kami jalankan secara paralel,” jelasnya.

Selain isu anggaran, dalam pertemuan tersebut turut dibahas penanganan banjir yang kerap melanda Kota Pangkalpinang. Salah satu solusi yang disampaikan adalah pembangunan kolam retensi atau embung di Bangka Tengah, yang diperkirakan mampu mengurangi aliran air masuk ke Pangkalpinang hingga 80 persen.
“Kami langsung berkoordinasi dengan Kementerian PUPR. Mudah-mudahan bisa terealisasi, meski waktunya cukup mepet di tahun ini. Kalau tidak, mungkin tahun depan,” pungkasnya. (Red)













