Beberapa pihak menyatakan bahwa bencana ini diperparah oleh deforestasi di sekitar kawasan perbukitan Parapat. Aktivitas penebangan liar dan eksploitasi lahan, termasuk yang diduga dilakukan oleh PT Toba Pulp Lestari (TPL), dituding sebagai faktor yang mempercepat aliran air ke pemukiman, sehingga meningkatkan risiko banjir.
Upaya Penanganan dan Harapan
Hingga saat ini, tim gabungan terus berupaya mengevakuasi warga dan membersihkan lumpur yang menghalangi akses jalan. Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk menangani dampak banjir dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Dalam situasi yang sulit ini, masyarakat Parapat menunjukkan semangat gotong royong, berharap untuk segera pulih dan menghadapi tantangan ke depan dengan lebih baik. (Raja)













