NASIONALXPOS.CO.ID, BAUBAU/SULTRA –
Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi salah satu daerah yang melaksanakan shalat idul adha 1442 hijriah 2021 masehi, Selasa (20/7/2021).
Tercatat ada sebanyak 104 titik yang ditetapkan Pemkot Baubau sebagai tempat pelaksanaan shalat berjamaah idul qurban tersebut. Semuanya tersebar di 8 Kecamatan, diantaranya masjid dan tanah lapang.
Data tersebut berdasarkan Surat Keputusan Walikota Baubau tentang penunjukan khatib shalat idul adha dalam wilayah Kota Baubau yang diterima media ini.
“Alhamdulillah kita sudah selenggarakan shalat idul adha dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Jemaah yang datang semuanya memakai masker, shaf antar jamaah diatur berjarak dan tidak ada salam-salaman secara langsung usai shalat,” ungkap Sekda Baubau, Roni Muhtar usai shalat di alun-alun pantai kamali Kota Baubau.
Untuk mencegah penularan virus Corona, Roni Muhtar mengingatkan kepada umat muslim yang melaksanakan ibadah qurban untuk tetap mengikuti anjuran pemerintah. Tidak diperbolehkan membuat kerumunan. Pendistribusian daging qurban harus diantarkan ke masing-masing penerima.
“Daftar penerimanya kan sudah ada, jadi jangan ada kerumunan di tempat pemotongan. Daging qurban yang telah dipisahkan langsung diantarkan ke rumah-rumah penerima,” tambahnya.
Sementara itu Khatib shalat di alun-alun pantai kamali yang menjadi salah satu titik shalat yang diselenggarakan PHBI, Dr. Rusli Iru mengingatkan tentang ketaatan Nabi Ibrahim dan keluarganya terhadap peruntah Allah SWT.
“Ajaran pengorbanan yang kita syiarkan pada hari raya qurban setiap tahun diawali oleh suatu peristiwa yang dialami dan dilakoni oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Perstiwa sangat dahsyat dan mengesankan ini merupakan proses dan pembuktian kesadaran tauhid yang sangat mendalam,” terang Kabag Kesra Setda Baubau itu.
Dari atas mimbar khatib juga mengajak seluruh jemaah untuk tetap patuh dan menerapkan protokol kesehatan disetiap aktifitas sebab pandemi covid-19 masih ada di sekitar kita.
“Sekali lagi saya ingatkan bahwa hanya kita memiliki semangat berkorban hanya pada hari raya qurban dan hari-hari tasyrik, yang jumlahnya hanya 4 hari tetapi kita berkewajiban untuk melakukan qurban setiap saat kita berada agar kita bisa mendapatkan sesuatu yang lebi besar dari pergulakan dunia ini,” pungkasnya. (ND)












