Daerah

Belasan Ribu Pelajar Jambi Deklarasi Tolak Radikalisme, TCC dan Bullying

14
×

Belasan Ribu Pelajar Jambi Deklarasi Tolak Radikalisme, TCC dan Bullying

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, JAMBI – Al Haris bersama ribuan pelajar memadati GOR Kota Baru dalam deklarasi akbar penolakan terhadap IRET, TCC dan bullying, Kamis (07/05/2026). Kegiatan ini menjadi langkah besar Pemerintah Provinsi Jambi dalam memperkuat karakter generasi muda agar terhindar dari pengaruh negatif di era digital.

Sebanyak belasan ribu pelajar tingkat SMA, SMK dan SMP se-Provinsi Jambi hadir dalam kegiatan tersebut. Turut hadir Kapolda Jambi Krisno Halomoan Siregar, Kasatgaswil Densus 88 AT Polri Beri Diatra, serta Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi M Umar My.

Deklarasi ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk menolak IRET yang merupakan singkatan dari intoleransi, radikalisme, ekstremisme dan terorisme. Selain itu, para pelajar juga diajak menjauhi pengaruh komunitas menyimpang seperti TCC (True Crime Community) serta aksi perundungan atau bullying di lingkungan sekolah.

Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris menegaskan bahwa generasi muda Jambi harus menjadi benteng persatuan dan tidak mudah terpengaruh paham yang merusak masa depan bangsa.

“Generasi muda Jambi harus menjadi benteng persatuan, bukan korban pengaruh radikalisme, kekerasan maupun pergaulan yang merusak masa depan. Sekolah harus menjadi tempat lahirnya karakter, toleransi dan semangat kebangsaan,” tegas Al Haris.

Ia menyebut tantangan generasi muda saat ini semakin berat karena derasnya pengaruh negatif yang masuk melalui media sosial dan ruang digital. Karena itu, pelajar diminta menjauhi narkoba, kekerasan, pergaulan bebas hingga paham terorisme.

“Kita harus jadi anak-anak yang cinta Indonesia dan cinta tanah air. Tidak boleh ada yang anti terhadap NKRI, karena kalian adalah aset bangsa yang sangat berharga,” ujarnya.

Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno Halomoan Siregar juga mengingatkan bahwa ancaman radikalisme kini menyasar anak-anak melalui platform digital, media sosial hingga game online.

“Ancaman sekarang tidak lagi datang secara konvensional. Pengaruh radikalisme bisa masuk melalui media sosial, game online, bahkan ruang digital yang setiap hari diakses anak-anak kita,” kata Kapolda.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data nasional terdapat 116 anak di Indonesia yang terpapar paham radikalisme melalui media digital, termasuk melalui platform permainan daring Roblox.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alarm serius bagi seluruh pihak agar memperkuat pengawasan dan pembinaan terhadap anak-anak sejak dini.

Deklarasi berlangsung meriah dengan berbagai penampilan seni dan kreativitas pelajar. Pemerintah Provinsi Jambi berharap kegiatan ini mampu memperkuat semangat persatuan, meningkatkan kesadaran bahaya radikalisme serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas bullying. (Is)

Tinggalkan Balasan