Daerah

Desa Mekarsari Gencarkan Literasi Anak Lewat Lomba Kreativitas Bareng Mahasiswa UNTIRTA

122
×

Desa Mekarsari Gencarkan Literasi Anak Lewat Lomba Kreativitas Bareng Mahasiswa UNTIRTA

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, TANGERANG – Semangat literasi di kalangan generasi muda Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, kembali digelorakan! Kali ini, melalui rangkaian lomba kreativitas edukatif yang digelar oleh Perpustakaan Sumber Ilmu bekerja sama dengan Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 35 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) pada Sabtu (2/8/2025).

Berlokasi di gedung Perpustakaan Sumber Ilmu, Kampung Priuk RT 03 RW 03, acara ini mengusung tema “Jejak Kreativitas dalam Literasi”, dengan tujuan utama memperkuat budaya membaca serta menumbuhkan rasa nasionalisme sejak usia dini.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

Tiga jenis lomba menjadi magnet utama dalam kegiatan ini: Lomba Mewarnai, Menggambar, dan Storytelling, yang ditujukan bagi anak-anak dari jenjang pra-TK hingga sekolah dasar. Sejak pagi hari, ratusan peserta hadir dengan penuh semangat dan keceriaan. Keceriaan tampak dari wajah polos mereka yang antusias berkarya dengan warna dan cerita.

Kegiatan ini menjadi contoh sinergi positif antara akademisi dan pemerintah desa. Ketua KKM 35 UNTIRTA, Arnandi, menyampaikan harapannya agar Perpustakaan Sumber Ilmu semakin berkembang menjadi pusat kegiatan literasi yang inklusif dan kreatif.

“Kami ingin perpustakaan menjadi rumah bersama bagi semua kalangan, bukan sekadar tempat membaca buku, tetapi juga ruang untuk berkreasi,” ujarnya.

Kepala Desa Mekarsari, Fadlah, S.E., menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan literasi di desa.

“Pemerintah desa sangat mengapresiasi inisiatif seperti ini. Kami yakin Perpustakaan Sumber Ilmu punya potensi besar untuk menjadi pusat kolaborasi dan peningkatan kualitas SDM desa,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan Sumber Ilmu, M. Taufik Harahap, menyampaikan komitmen jangka panjangnya.

“Kami ingin perpustakaan dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh warga. Literasi itu tidak hanya membaca, tetapi juga mencipta dan berkarya,” ungkapnya.

Acara ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan pemerintah desa mampu menciptakan program yang berdampak nyata bagi masyarakat. Tak hanya mengembangkan kemampuan membaca, kegiatan ini juga melatih kreativitas, kepercayaan diri, serta semangat nasionalisme anak-anak sejak dini. (Red)

Tinggalkan Balasan