Daerah

DKKT Kabupaten Tangerang dan Disporabudpar Jalin Sinergi Budaya Gemilang

197
×

DKKT Kabupaten Tangerang dan Disporabudpar Jalin Sinergi Budaya Gemilang

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, TANGERANG -Pasca pelantikan pengurus baru periode 2025–2030, Dewan Kesenian dan Kebudayaan Tangerang (DKKT) bersiap melangkah dengan semangat baru.

Melalui undangan resmi yang diterima redaksi, Disporabudpar Kabupaten Tangerang menginisiasi pertemuan tatap muka perdana bersama para ketua komite DKKT pada Rabu, 15 Oktober 2025, pukul 14.00 WIB di Aula Disporabudpar Kabupaten Tangerang.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

Pertemuan ini menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan DKKT dalam mengembangkan potensi seni, budaya, dan pariwisata di wilayah Kabupaten Tangerang.

Kepala Dinas Disporabudpar Dra. Ratih Rahmawati,MM. menyampaikan bahwa kegiatan ini penting untuk mempererat koordinasi dan menyatukan visi kerja antara instansi pemerintah dan lembaga kebudayaan.

“Kami ingin hubungan antara Disporabudpar dan DKKT tidak hanya bersifat administratif, tetapi menjadi kolaborasi nyata untuk membangkitkan seni dan budaya daerah. Tangerang punya potensi besar yang perlu dikelola secara kreatif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DKTT Kabupaten Tangerang Hj. Aida Hubaedah. (ARP) SE. MM. menyambut baik undangan tersebut dan menegaskan komitmen mereka untuk menjadikan budaya lokal sebagai kekuatan identitas dan daya tarik daerah.

“Kami ingin DKKT menjadi ruang bagi seniman, budayawan, dan generasi muda untuk berkarya. Bersama Disporabudpar, kami siap menjadikan Tangerang semakin cemerlang,” ujar Hj. Aida Hubaedah.

Dengan semangat “DKKT Cemerlang, Tangerang Semakin Gemilang – Yes! Yes!”, pertemuan ini diharapkan menjadi titik awal terbangunnya ekosistem kebudayaan yang kuat, produktif, dan berdaya saing tinggi di Kabupaten Tangerang.

Melalui sinergi antara DKKT dan Disporabudpar, Tangerang diharapkan dapat terus menumbuhkan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis budaya, serta menjaga warisan lokal agar tetap hidup di tengah arus modernisasi. (Red)

Tinggalkan Balasan