Daerah

Dua Bulan Dibangun, Warga Medang Malu Punya Gapura Ringkih

250
×

Dua Bulan Dibangun, Warga Medang Malu Punya Gapura Ringkih

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, KABUPATEN TANGERANG – Di tengah permukiman padat Kampung Bojong Nangka, RT 01/01, Kelurahan Medang, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, berdiri sebuah gapura yang mestinya menjadi pintu gerbang kehormatan warga.

Namun bangunan itu bukan lambang kebanggaan ia kini jadi simbol luka kolektif, memalukan, dan menyakitkan. Ia berdiri lusuh, seolah dipaksa berdiri oleh kontrak, bukan oleh niat baik.

Warga yang melintasi gapura itu setiap hari tidak menyapanya dengan kagum. Mereka meliriknya dengan jijik, sebagian bahkan meludah ke tanah di bawahnya. Karena mereka tahu yang berdiri di sana bukan bangunan sambutan, melainkan bukti bahwa mereka sedang ditertawakan oleh sistem.

“Yang dibangun itu bukan gapura, tapi rasa muak,” kata Uti, warga setempat, suaranya serak karena terlalu sering marah.

Kalau ini katanya hasil pembangunan, lebih baik nggak usah ada. Lebih baik kami bangun sendiri dari patungan warga, daripada kayak begini, nyusahin hati.

Tak jauh dari Uti, Suparno berdiri sambil menunjuk ke arah salah satu tiang gapura yang mulai mengelupas. Ia bukan aktivis, bukan akademisi hanya pekerja serabutan dengan logika sederhana. Tapi justru dari mulutnya keluar analisis yang lebih jujur dari seribu pejabat.

“Saya tahu semen yang bagus, saya tahu ukuran besi yang benar. Dan saya tahu ini semua dikerjain asal jadi. Jangan tanya berapa anggarannya, tanya siapa yang berani ngaku bertanggung jawab,” katanya tegas.

Tinggalkan Balasan