Letkol Inf Ferizal menuturkan, apalagi di Sumsel yang terkenal dengan kota pempek iwak gabus. Pempek merupakan kuliner khas Kota Palembang khususnya dan Sumsel umumnya. Pempek kuliner yang wajib ada setiap hari, pagi makan pempek, siang makan pempek dan malam jugo makan pempek.
“Pempek ikan gabus ini memang rasanya lebih lezat setara dengan ikan belida dan ikan tenggiri. Kuliner khas Sumsel lainnya seperti kerupuk, kemplang, lakso, tekwan, pempek panggang, abon ikan yang semuanya menggunakan bahan baku utama ikan gabus. Ikan gabus memiliki industri hilir yang bernilai ekonomis tinggi, apalagi jika sudah dibikin ekstrak berupa, kapsul albumin, minyak albumin yang harga per liternya mencapai Rp 1,8 juta. Kapsul albumin ini sangat dibutuhkan untuk pemulihan pasien yang habis dioperasi,” kata Dandim.
Lanjut Letkol Inf Ferizal, selama ini ikan gabus ditangkap dengan cara disetrum yang tentunya akan menghancurkan semua ekosisitim di air sehingga semakin sulit mendapatkan ikan gabus dan harganya mahal. Apalagi menjelang lebaran harga ikan gabus mencapai Rp 100 ribu/kg bahkan bisa lebih mahal lagi.
“Saat ini ikan juga sudah didatangkan dari Kalimantan. Itulah sebabnya program Pemkab OKU mencanangkan Desa Martajaya sebagai Kampung Budidaya Ikan Gabus ini merupakan ide sangat brilian,” jelas Dandim.











