Daerah

Dirut RSUP : Kebutuhan Oksigen di NTB Masih Aman

469
×

Dirut RSUP : Kebutuhan Oksigen di NTB Masih Aman

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, MATARAM – Ketersediaan oksigen dalam tabung ataupun oksigen cair di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dinilai aman dan tidak ada masalah.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Hamzi Fikri mengatakan, ketersediaan oksigen saat ini mencapai 220 ton per bulan.

Advertisement
Scroll Kebawah Untuk Lihat Berita

“Dari 220 ton itu hanya 80 ton yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit kita di NTB. Jadi masih ada sisa yang bisa digunakan untuk antisipasi, jika ada lonjakan kebutuhan,” kata Fikri saat dikonfirmasi, Kamis (8/7/2021).

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dikes NTB Badarudin menjelaskan, berdasarkan data yang dikirim, jumlah oksigen di sejumlah rumah sakit di wilayah NTB masih tergolong aman.

BACA JUGA :  Juara Lomba Cerita Wastra NTB Siap Bertarung di Kancah Nasional

Masyarakat diminta tidak perlu khawatir.

“Sejak Lebaran kemarin, Dinkes Provinsi sudah mengeluarkan surat edaran untuk menyiapkan segala kebutuhan penanganan Covid-19, termasuk oksigen. Jadi ketersediaan kita masih aman,” kata Badarudin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Secara rinci, dari 9 rumah sakit di wilayah Kota Mataram, tercatat 3 rumah sakit yang oksigennya mengunakan saluran atau mengunakan oksigen cair.

Sementara sisanya mengunakan oksigen tabung. Saat ini, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB tersedia 40 saluran oksigen.

Kemudian, RSUD Kota Mataram 16 saluran; Rumah Sakit Siloam 2 saluran; Rumah Sakit Harapan Keluarga 1 saluran; Rumah Sakit Mutiara Sukma 10 tabung oksigen; dan Rumah Sakit Universitas Mataram (Unram) 30 tabung.

BACA JUGA :  372 Jukir di Pangkalpinang Dapat Atribut Warna Pink, Molen Minta Tetap Jaga Kekompakan

Berikutnya, Rumah Sakit Bayangkara dan Wira Bhakti masing-masing tersedia 25 tabung oksigen.

“Itu yang tersentral merupakan oksigen cair yang berada di tabung besar, diolah oleh sistem dan masuk ke setiap bangsal. Tapi kalau jumlah detail isi saluran oksigen di masing-masing rumah sakit, datanya ada di RS. Kita mendapatkan data berdasarkan RS online yang terhubung dengan pusat dan mengontrol ketersediaan sarana kesehatan di seluruh Indonesia,” kata Badarudin.

Dia menjelaskan bahwa kenaikan kasus tahun ini di NTB sebesar 6,8 persen, atau tidak setinggi tahun sebelumnya yang mencapai 40 persen.

Hal ini dinilai sebagai buah dari kesiapan dan antisipasi semua pihak dalam penanganan Covid-19 di NTB.

BACA JUGA :  Kapolres Minahasa: Warga yang Belum Vaksin Supaya Melapor untuk Mendapatkan Vaksin

Senada dengan Badarudin, Direktur RSUD Provinsi NTB Lalu Herman Mahaputra mengatakan, ketersediaan oksigen cair di RSUD NTB masih ada 11 ton.

Jumlah itu masih sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan pasien, apalagi akan ada penambahan 100 tempat tidur di ruang ICU.

“Kebutuhan oksigen kita aman, masih ada 11 ton dalam tabung besar yang disalurkan ke tiap ruang perawatan rumah sakit,” kata Herman.

Bahkan, karena saat ini masih ada sisa oksigen di NTB, Pemerintah Bali mengirim mobil tangki oksigen untuk memenuhi kebutuhan darurat mereka.

Penyaluran dari NTB akan lebih cepat prosesnya daripada menunggu kiriman dari Pulau Jawa. (Idrus)