NASIONALXPOS.CO.ID, SERANG – Menyambut Keceran Akbar 2025 yang akan digelar di Kota Cilegon pada 6 September 2025, Kesti TTKKDH DPW Provinsi Banten menggelar Latihan Gabungan (Latgab) tari Ibing Golempangan, seni gerak khas Cimande, pada Minggu pagi (10/8/2025) di kediaman Wakil Ketua I DPW Banten, H. Maman Sulaeman, di Kampung Gorda Nagreg, Desa Nambo Ilir, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Banten.
Acara ini menjadi rangkaian persiapan memecahkan Rekor MURI Dunia untuk keempat kalinya. Tahun ini, Kesti TTKKDH mengangkat tarian Ibing Golempangan yang akan melibatkan ribuan pelajar mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SLTA se-Kota Cilegon.
Keceran Akbar sudah menjadi tradisi tahunan Kesti TTKKDH setiap bulan Maulid. Sejak 2022, acara ini selalu mencetak prestasi spektakuler:
- 2022: Peureuhan (Keceran) di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, diikuti 30.000 peserta, memecahkan Rekor MURI Dunia.
- 2023: Kelidan (jurus Cimande) di Bandar Lampung, diikuti 2.000 peserta, kembali pecahkan rekor.
- 2024: Urutan (pijatan massal) di Alun-alun Kota Serang, melibatkan 2.000 peserta berpasangan, lagi-lagi memecahkan rekor.
Tahun 2025 ini, target Kesti TTKKDH adalah Rekor MURI Dunia keempat melalui Ibing Golempangan massal.
Latgab dipimpin langsung Hakim Sulaiman Akbar (Ketua DPW Banten) dan dihadiri oleh tokoh penting Kesti TTKKDH, di antaranya:
- H. Mahyudi Yusuf – Sekjen DPP Kesti TTKKDH
- Rudi – Ketua Balat DPP
- H. Mukhlis – Pembina DPW Banten
- Para ketua DPD se-Provinsi Banten
- Koordinator Golempangan perwakilan setiap DPD
- Perwakilan Kesti TTKKDH DKI Jakarta
H. Mahyudi Yusuf menyampaikan apresiasi tinggi kepada pengurus DPW Banten yang telah mempersiapkan acara ini dengan matang.
“Ini adalah rangkaian menuju acara inti untuk memecahkan Rekor MURI Dunia keempat. Terima kasih kepada Waka I H. Maman, kasepuhan Ema Haji Sulihat, dan H. Muklis yang selalu mendukung kegiatan Kesti TTKKDH,” ujarnya.
Mahyudi juga berharap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo selaku Ketua Dewan Pembina Kesti TTKKDH Pusat dapat hadir, bersama perwakilan lima kedutaan besar: Turki, Azerbaijan, Rusia, Mozambik, dan Iran.
H. Maman Sulaeman selaku tuan rumah menegaskan kebanggaannya terhadap kekompakan Kesti TTKKDH.
“Saya tidak keberatan, bahkan bangga. Semoga apa yang kita lakukan hari ini menghasilkan keberhasilan besar pada 6 September nanti. Kita jaga persatuan agar semakin kuat,” pungkasnya.
Kesti TTKKDH (Keluarga Silat Tenaga Tarik Kolot Kasepuhan Domas Hilir) merupakan salah satu perguruan pencak silat Cimande yang konsisten mengangkat nilai seni, budaya, dan tradisi. Kegiatan Keceran Akbar bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga bentuk pelestarian budaya yang diakui dunia. (Adit Edi S)











