Daerah

Lemahnya Pengawasan, Kota Mojokerto Marak Proyek Nakal

5155
×

Lemahnya Pengawasan, Kota Mojokerto Marak Proyek Nakal

Sebarkan artikel ini

“Kegiatan pemasangan u-ditch ini, totalnya ada 315 buah. Belum pakai (APD), karena baru mulai dan belum diambil di gang sebelah. Anak-anak ini memang jarang pakai,” timpal Ari seakan menyalahkan pekerja, ketika dikonfirmasi di lokasi proyek pada Kamis (19/09/2024) siang.

Menjadi menarik, saat mengklarifikasi dirinya mengaku tidak bisa menyebut nama PPK dan PPTK dalam kegiatan proyek itu. Bahkan, ia berterus terang tidak mengetahui secara pasti nama CV nya sendiri. “Mending tanya ke pelaksana saja, saya suruh kesini. Pelaksananya mas Riza, saya lupa nama CV nya,” pungkir Ari.

Seakan begitu mengkhawatirkan saat awak media mengkonfirmasi adanya temuan. Perbedaan klarifikasi tentang apa yang disampaikan oleh mandor Ari dengan mengatakan bahwa pelaksana kegiatan ialah Riza, lalu berubah nama menjadi Dani, kemudian berganti lagi dengan Sodiqin, dinilai janggal dan membias sangat cepat dalam tempo empat hari kerja.

“Ini ada apa? Aneh, nama pelaksana bisa gonta-ganti dalam waktu singkat? Lagi pula, ketika pekerja memasang beton u-ditch, harusnya jangan sembrono asal pasang sembarangan tanpa peduli keselamatan,” ujar warga yang tak ingin dipublikasikan namanya.

Oleh sebab itu, lanjutnya, bobot u-ditch yang cukup berat tersebut masih diperlukan mesin bantu forklift. Bayangkan jika material kontruksi ini menimpa kaki atau kepala pekerja tanpa safety, siapa yang bertanggung jawab? Dampaknya ini membahayakan, jangan sembarang menyepelekan.

Tinggalkan Balasan