Senada dengan Wayan Sudara, warga banjar Kaja, Wayan Patut juga optimis terpilihnya I Nyoman Gede Pariatha sebagai bendesa adat Serangan dikarenakan keyakinan masyarakat desa untuk perubahan yang lebih baik.

“Keunikan menentukan atau memilih bendesa adat di Serangan ini ada satu hal yaitu berdasarkan keyakinan. Nah keyakinan itu yang menjadi tolak ukur bahwa bendesa I Nyoman Gede Pariatha secara niskala, secara vertikal itu sudah sah melalui pelantikan yang disebut dengan mejaya-jaya yang juga disaksikan oleh majelis kota Denpasar, termasuk aparat keamanan serta pemerintah kotamadya Denpasar,” ujar Wayan Patut.
Harus disikapi juga, lanjut Wayan Patut bahwa, Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali agar segera mengeluarkan dan menetapkan surat keputusan bendesa adat Serangan yang baru.
“Karena ini penting dalam kaitannya dengan pelaksanaan-pelaksanaan tugas administrasi bendesa adat di desa seperti perkawinan atau kegiatan-kegiatan adat lainnya,” terang Wayan.
Di sisi lain, Bendesa adat desa Serangan terpilih I Nyoman Gede Pariatha akrab disapa Nyoman Pari menyampaikan ucapan terimakasih atas kepercayaan masyarakat terhadap dirinya untuk memimpin desa adat Serangan 5 tahun ke depan.








