“Intinya masyarakat Dukuh Silarang menolak keras adanya tempat pengolahan sampah sampah terpadu (TPST) disini. Ini kan baru sosialisasi kok ternyata sudah ada mesin pengolahan sampah disini,” Kata Faris bersama puluhan warga.
“Tolong ini di hentikan dulu, seharusnya selesaikan dulu, musyawarahkan dulu dengan warga dan kalau sudah sepakat baru di bangun. Ini baru sosialisasi saja kami sudah menolak kok tau – tau udah dibangun,” Ungkapnya.
AdvertisementScroll kebawah untuk lihat berita lainnya.
Lebih lanjut, Faris pun meminta kepada kami (awak media) agar penolakan warga di beritakan dengan semestinya, dengan harapan agar Pemerintah Kabupaten Pemalang (Bupati Pemalang) mengetahui bahwa hampir seluruh warga desa yang hadir dalam sosialisasi tersebut semua menolak rencana TPST yang akan dibangun di Dukuh Silarang.
“Tolong ya mas, di sampaikan aspirasi kami yang betul – betul, agar apa yang menjadi aspirasi warga Dukuh Silarang tersampaikan,” Harap Faris.
Penolakan yang sama juga disampaikan oleh Sukartika tokoh pemuda Dukuh Si Ali – Ali, menurutnya pembangunan TPST di Desa Surajaya tentu akan membawa dampak yang kurang baik bagi warga masyarakat sekitarnya.
“Kami dari warga Dukuh Si Ali – Ali 90% menolak mas,” ucap Sukartika. “Karena TPST nantinya akan menimbulkan pencemaran lingkungan dalam lingkup luas, polusi udara, pencemaran air tanah, gangguan kesehatan dlm jangka panjang,” Bebernya.







Respon (1)