DaerahPendidikan

Pemkab Tebo MoU Peningkatan Kualitasi Pendidikan Program Berhitung “GASING” dengan Yayasan Tekonologi Indonesia Raya di Gedung Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi

170
×

Pemkab Tebo MoU Peningkatan Kualitasi Pendidikan Program Berhitung “GASING” dengan Yayasan Tekonologi Indonesia Raya di Gedung Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, JAKARTA – Pj. Bupati Tebo H. Aspan S.T didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ade Nofriza, S.STP., M.A.P beserta OPD terkait melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman peningkatan kualitasi pendidikan melalui program berhitung “GASING” (Gampang, Asyik, Menyenangkan) dengan Yayasan Tekonologi Indonesia Raya di Gedung Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Lt. 1 Jakarta Pusat, Selasa (09/05/2023).

BACA JUGA :  DPRD Tebo Gelar Paripurna Penyampaian Rekomendasi DPRD Tebo Terhadap LKPJ Bupati Tebo TA 2023

“Gasing” adalah metode berhitung yang dikembangkan oleh Yayasan Teknologi Indonesia Raya sebagai salah satu target Presiden RI dalam mewujudkan Indonesia menjadi nomor satu di bidang numerasi. Pelatihan dijadwalkan untuk dilaksanakan pada 5 Juni mendarang bersama 2 daerah lain dalam Provinsi Jambi yaitu Kabupaten Sarolangun dan Muaro Jambi.

Advertisement
Scroll Kebawah Untuk Lihat Berita

Pelakasanaan pelatihan metode “Gasing” ini akan dilaksanakan selama 14 hari dengan durasi 8 s/d 9 jam per-hari dengan instruktur pengajar dari Yayasan Teknologi Indonesia Raya untuk melakukan pengajaran kepada 23 guru terbaik dan 64 murid terbawah dari tiap Kabupaten. Ini akan menunjukkan seberapa efektifnya metode aritmatika yang dapat merubah karakter siswa.

BACA JUGA :  Aspan : Melalui Revolusi Mental Upaya Memperbaiki dan Membangun Karakter ASN

Metode pembelajaran ini d klaim bisa menyelesaikan pelajaran matematika Sekolah Dasar yang diajarkan dari Kelas 1 sampai Kelas 6 dalam 1,5 bulan saja. Setelah pelatihan ini diselesaikan akan dipilih 5 Guru Terbaik dari tiap daerah untuk “Cross Culture” mengajar di daerah lain dan 27 guru lain disebar dalam daerah untuk mengajarkan lagi kepada guru lain. (is)