Peristiwa

Penyebab Bus Peziarah Asal Tangerang Masuk Jurang, kata Ketua RT ada Anak Main Tuas Rem Tangan

1097
×

Penyebab Bus Peziarah Asal Tangerang Masuk Jurang, kata Ketua RT ada Anak Main Tuas Rem Tangan

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, TEGAL – Sejumlah dugaan bermunculan terkait kecelakaan bus Peziarah asal Tangerang selatan masuk jurang di Kawasan Wisata Guci, Tegal, Jawa Tengah, pada Minggu (7/5/2023) pagi.

Satu di antaranya karena ada anak yang memainkan tuas rem tangan sehingga bus mendadak maju. Hal tersebuti dibenarkan oleh Minan Heryawan, Ketua RT 02 RW 02, Kayu Gede Kelurahan Paku Jaya, Serpong Utara, Tangerang Selatan.

“Kebetulan yang mengalami musibah rombongan pengajian malam Rabu. Peristiwa itu terjadi saat mereka mau pulang,” ucap Minan, Minggu, sebagaimana dikutip dari GridOto.com.

Minan menambahkan, kecelakaan bus di Guci Tegal itu bermula saat mesin bus tengah dipanaskan sebelum berangkat. Saat itu, sopir tidak ada di tempat dan tengah menunggu peziarah memasuki bus.

VIDEO : Detik-detik Bus Peziarah Asal Tangerang Terjun Bebas ke Jurang di Jalur Objek Wisata Guci

Minan mengatakan, beberapa jemaah ziarah, termasuk anak kecil yang ikut, sudah masuk ke dalam bus. Anak kecil yang sudah masuk bus diduga memainkan tuas rem bus yang sedang parkir.

“Saat dipanaskan sopirnya tidak ada, karena pada saat itu jamaah sudah pada naik, diduga tuas rem dimainkan oleh anak kecil,” ungkapnya.

Kejadian itu membuat puluhan orang luka-luka dan satu orang meninggal dunia. Mengenai hal ini pihak kepolisian akan menyelidiki peristiwa bus masuk jurang ini untuk mengetahui penyebab pasti.

BACA JUGA : Bus masuk Jurang di Jalur Wisata Guci, Polisi Tetapkan Sopir dan Kernet Jadi Tersangka

Hal tersebut dikatakan oleh Kapolres Kabupaten Tegal AKBP M Sajarod Zakun.
“Untuk penyebab bus tersebut meluncur ke sungai, masih kami dalami,” kata Sajarod, Minggu (7/5/2023), sebagaimana dikutip dari Kompas.com.

Sajarod mengatakan peristiwa kecelakaan tersebut bermula saat bus tengah dipanaskan mesinnya.
Ketika itu, para peziarah dari Tangerang ini hendak melanjutkan perjalananya .

Sejumlah peziarah sudah masuk ke dalam bus. Sementara penumpang yang lain masih bersiap-siap. Sopir dan kenek bus juga masih menunggu bus penuh di luar.

Menurut keterangan sementara yang berhasil dihimpun, sopir dan kenek telah memasang rem tangan dan mengganjal ban. Sayangnya, kecelakaan tetap terjadi.

“Saat dipanasi, bus sedang di-hand rem atau rem tangan dan diganjal. Namun, bus tersebut tetap meluncur ke bawah menuju sungai sehingga terjadi kecelakaan,” kata Sajarod.

Pernyataan tersebut senada dengan pengakuan sopir bus, Romyani (55).
Mencerita bahwa dia baru saja mandi dan tengah mengobrol dengan panitia saat kecelakaan terjadi.

Dia pun terkejut melihat bus terjun bebas karena merasa telah memasang rem tangan dan mengganjal ban.

“Saya di belakang mobil, habis mandi, saya salin (ganti baju), itu kan mau berangkat. Saya ngobrol sama panitia,” ungkap Romyani, seperti dikutip dari Tribun Jateng.

Informasi terbaru menyebutkan bahwa jumlah korban kecelakaan bus di Guci Tegal ini sebanyak 37 orang. Satu orang meninggal dunia, sedangkan 36 lainnya luka-luka.

Korban luka-luka dilarikan ke RSUD dr Soesilo, Puskesmas Bojong, dan klinik setempat untuk mendapatkan penanganan medis.
Kepala Disporapar Kabupaten Tegal Ahmad Uwes Qoroni mengatakan insiden tersebut terjadi saat mobil dalam keadaan terparkir.

“Jadi posisi bus saat itu sedang parkir, kemungkinan ada kesalahan teknis dari pengemudi sampai akhirnya bus melaju sendiri ke bawah, tidak terkendali sampai masuk ke sungai yang posisinya dekat dengan area parkiran,” kata Uwes, minggu (07/05/2023). (red/wan)

Tinggalkan Balasan