“Kalau pengawasan begini terus, jangan heran kalau tawuran dan kekerasan remaja meningkat. Efek dari obat keras itu bisa bikin hilang kesadaran dan agresif,” ucap warga lainnya.
Warga juga mengungkap dugaan adanya praktik pungutan oleh oknum tertentu kepada pemilik toko, baik harian maupun bulanan. Namun, informasi ini belum dikonfirmasi secara resmi dan membutuhkan penyelidikan lebih lanjut dari aparat.
Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada tanggapan resmi dari pihak kepolisian, Satpol PP, maupun pemerintah daerah Bekasi terkait temuan tersebut.
Maraknya peredaran obat keras tanpa resep dokter menjadi alarm bahaya bagi kesehatan masyarakat dan keamanan lingkungan. Warga mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait segera turun tangan untuk menertibkan serta menindak tegas pelaku penyalahgunaan distribusi obat keras. (Red)










