“Sudah berminggu-minggu tertunda. Parahnya lagi, saat pekerjaan berlangsung tidak tampak adanya pengawasan dari pihak terkait. Ini bisa jadi celah terjadinya penyimpangan anggaran. Pemerintah harus lebih ketat mengawasi, agar tidak terjadi pemborosan uang negara,” tegasnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, seorang sopir truk pengangkut beton yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa total beton yang dikirim ke lokasi sebanyak 29 kubik dari empat armada.
“Mobil pertama 7,5 kubik, kedua 7,5 kubik, ketiga juga 7,5 kubik, dan saya bawa 6,5 kubik,” katanya.













