“Jangan sampai aparat yang seharusnya melindungi warga malah membiarkan kekerasan dan ketidakadilan terjadi,” ucapnya.
Lebih jauh, Hilman menyerukan pentingnya regulasi lebih ketat terhadap tempat hiburan malam, serta pengembangan alternatif hiburan yang sehat dan sesuai nilai budaya lokal.
“Pemerintah harus hadir sebagai pelindung, bukan sekadar penonton. Harus ada solusi nyata berupa pengembangan alternatif hiburan yang sehat dan sesuai nilai budaya lokal,” tegasnya.
Hilman menegaskan bahwa keberadaan FM3 menunjukkan kegagalan pemerintah dalam menjaga norma sosial dan moral publik. Menurutnya, sikap diam pemerintah akan membawa dampak buruk jangka panjang.
“Keberanian pemerintah untuk menegakkan aturan tanpa pandang bulu dipertanyakan. Kalau tidak eksyen, sama saja pemerintah mengkhianati rakyatnya sendiri,” pungkasnya.
Dalam pernyataan penutup, Hilman menyerukan persatuan masyarakat untuk bertindak jika pemerintah tetap diam.
“Jika pemerintah diam, masyarakat yang akan bertindak. Tangerang berhak aman, bermartabat, dan bebas dari segala bentuk kejahatan moral!” serunya. (Red)













