NASIONALXPOS.CO.ID, KOTA TANGERANG – Kota Tangerang tengah diguncang skandal lingkungan yang menyeruak ke permukaan. Warga resah, udara kian sesak, dan tumpukan sampah seakan tak berujung. Di balik kekacauan ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang menjadi sorotan tajam. Dugaan kelalaian, pemborosan anggaran, hingga proyek mangkrak kini menjadi bagian dari narasi kelam pengelolaan sampah di kota ini.
Sejak awal 2024, persoalan pengangkutan sampah terus menumpuk. Truk-truk pengangkut yang sudah uzur kerap mogok, menyebabkan sampah menumpuk di banyak titik. Tanpa solusi dari pemerintah, sebagian warga terpaksa membakar sampah sendiri, memicu polusi yang semakin memperparah kualitas udara.
Ironisnya, di tengah kegagalan sistemik itu, DLH malah menggelar uji coba pembakaran RDF (Refuse Derived Fuel) di kawasan Cipondoh tanpa sosialisasi dan kajian risiko yang memadai. Hasilnya? Bukan solusi, melainkan “bom asap” yang menghantui warga setiap pagi.
“Kami tak tahu ini apa. Tiba-tiba ada bau tajam setiap pagi. Kami disuruh diam, tapi anak-anak kami yang batuk-batuk. Apakah nyawa kami serendah itu?” keluh A. Sobari, warga Cipondoh.
Uji coba RDF ini justru memperparah penderitaan warga. Keluhan soal sesak napas, batuk pada anak-anak, hingga bau menyengat menjadi fenomena harian yang belum mendapat respons serius dari pihak berwenang.







