Di Dusun 9, sebuah rumah tak layak huni dihuni oleh Ibu Isum dan dua anaknya. Rumah berukuran 4×4 meter ini terletak jauh dari pemukiman utama, diakses melalui jalan setapak yang menyulitkan.
Ibu Isum, seorang ibu dengan pendidikan hingga SD, setiap hari berjuang mencari nafkah dengan mengumpulkan tempurung kelapa untuk dijual. Keluarga ini menjadi simbol dari banyak warga yang terabaikan oleh pemerintah desa.
Melihat kenyataan yang ada, tim media berharap pemerintah Kabupaten Asahan dapat lebih peka terhadap kinerja aparat desa. Penting untuk memastikan bahwa bantuan sosial benar-benar sampai ke tangan mereka yang membutuhkan.
Suara warga miskin di Desa Sei Pasir perlu didengar dan diperhatikan dengan serius oleh semua pihak.
Dengan harapan akan perubahan, semoga temuan ini mendorong tindakan nyata demi kesejahteraan masyarakat desa. (Tiara Aritonang)







