Daerah

Kritik Proyek Drainase Pasar Kemiri Berlanjut, Pemborong Bungkam Kritik Warga: Biasa Lah Itu Bang..

197
×

Kritik Proyek Drainase Pasar Kemiri Berlanjut, Pemborong Bungkam Kritik Warga: Biasa Lah Itu Bang..

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, KABUPATEN TANGERANG – Polemik proyek pembangunan drainase di Pasar Kemiri, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, terus bergulir. Setelah sebelumnya dikeluhkan warga karena tak adanya papan informasi dan dugaan pelanggaran teknis, kini muncul tanggapan dari pihak pelaksana proyek yang terkesan meremehkan kritik publik.

Sule, pria yang mengaku sebagai pemborong proyek tersebut, kembali memberikan pernyataan lanjutan menanggapi sorotan masyarakat. Melalui pesan singkat kepada NASIONALXPOS.CO.ID, Sule menyebut bahwa sebagian orang hanya menilai dari apa yang terlihat di permukaan.

“Begini bang, kadang-kadang orang lihat hanya yang nampak di depan, tidak melihat di sekitar. Biasa lah itu bang, saya maklumi teman,” ucapnya santai.

Pernyataan ini justru menuai reaksi negatif dari warga yang merasa suara mereka tidak dihargai. Beberapa warga menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk arogansi dan ketidakpedulian terhadap kualitas pekerjaan yang menggunakan dana publik.

“Kalau sudah tahu ini pusat banjir, seharusnya lebih hati-hati, bukan malah dibenarkan pekerjaan asal-asalan. Ini bukan urusan pribadi, ini pakai uang rakyat,” ujar Deni, salah satu pedagang Pasar Kemiri.

Upaya konfirmasi redaksi kepada Endi, Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kecamatan Kemiri, belum membuahkan hasil. Pesan yang dikirim sejak Sabtu (2/8/2025) tidak direspon hingga berita ini diterbitkan. Padahal, peran kecamatan sebagai pengawas di tingkat lokal sangat krusial dalam memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai aturan dan prosedur teknis.

Ketiadaan respon dari pihak kecamatan semakin memperkuat kesan bahwa proyek ini berjalan tanpa pengawasan yang memadai, dan berpotensi merugikan masyarakat dalam jangka panjang.

Warga mendesak agar Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Tangerang segera turun langsung ke lokasi dan melakukan audit menyeluruh atas proyek tersebut. Terlebih, hingga kini, identitas instansi pelaksana dan sumber pendanaan proyek masih misterius karena tak adanya papan informasi di lokasi.

“Kami minta Pemkab jangan tutup mata. Kalau proyek ini rusak dalam waktu dekat, siapa yang tanggung jawab? Harus jelas dan terbuka,” ujar Erna, warga lainnya.

Sorotan terhadap proyek drainase Pasar Kemiri ini menjadi ujian bagi Pemkab Tangerang dalam menegakkan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Jika dibiarkan tanpa penindakan, hal ini bisa menjadi preseden buruk terhadap pelaksanaan proyek-proyek lain yang didanai uang negara. (Red)

Tinggalkan Balasan