Daerah

HPN 2026 Digelar di Banten, Begini Kata Gubernur & PWI Kota Tangerang

274
×

HPN 2026 Digelar di Banten, Begini Kata Gubernur & PWI Kota Tangerang

Sebarkan artikel ini

Tangerang – Provinsi Banten dipastikan menjadi tuan rumah peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2026.

Kepastian ini disambut baik oleh Gubernur Banten Andra Soni dan Ketua PWI Kota Tangerang R. Herwanto yang menilai momentum tersebut sarat makna bagi pers sekaligus masyarakat Banten.

Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan itu.

“Kami bersyukur Provinsi Banten dipercaya menjadi tuan rumah Hari Pers Nasional pada Februari 2026. Semoga pelaksanaannya berjalan baik dan lancar,” ujarnya ditemui usai menerima kunjungan pengurus PWI Pusat Kamis (18/9/2025).

Andra juga mengapresiasi soliditas PWI yang kini kembali menjadi satu. “Ke depan saya tidak lagi bingung menerima audiensi karena PWI sudah bersatu. Kami siap berdiskusi dan berkolaborasi untuk mendukung aktivitas masing-masing,” tambahnya.

Ia menekankan, HPN akan menjadi kesempatan besar bagi Banten untuk memperlihatkan identitasnya sebagai Tanah Jawara. Potensi budaya yang dimiliki daerah ini, mulai dari tradisi Debus, Pencak Silat, hingga seni tari dan musik khas, menurutnya akan menjadi daya tarik nasional.

“Kita ingin menunjukkan bahwa Banten punya kekayaan budaya yang tak kalah dari daerah lain. HPN akan jadi etalase untuk itu,” ujarnya.

Terpisah, Ketua PWI Kota Tangerang, R. Herwanto, berbicara dengan nada penuh penekanan. Ia menegaskan bahwa Banten adalah tanah sakral bagi perjalanan pers di Indonesia. Di tanah ini, PWI pernah terbelah, dan di tanah ini pula PWI kembali bersatu.

“HPN 2026 di Banten adalah tanda bahwa pers Indonesia tidak boleh lagi rapuh, tidak boleh lagi pecah,” tegasnya.

Herwanto menekankan bahwa identitas Banten sebagai Tanah Jawara harus hidup dalam perhelatan nasional ini.

Menurutnya, pers di Indonesia harus mewarisi semangat para jawara: berani bersuara, tegak membela rakyat, dan pantang tunduk pada tekanan.

“Kalau Banten disebut Tanah Jawara, maka pers di Banten harus jadi penjaga kebenaran yang berani. HPN ini harus menjadi momentum untuk menegaskan, pers tidak bisa dibeli, tidak bisa dibungkam, dan tidak bisa dipatahkan,” ucapnya lantang.

Ia juga menyoroti kekayaan budaya Banten sebagai kekuatan yang akan memperkaya HPN 2026.

Dari seni Debus yang melambangkan keberanian, Pencak Silat yang menjadi warisan perjuangan, hingga tradisi keagamaan yang sarat nilai spiritual, semuanya disebut Herwanto sebagai simbol bahwa pers harus kuat, tahan uji, dan tetap berpijak pada moral.

“Banten ini tanah yang ditempa sejarah panjang, darah para ulama dan jawara tumpah di sini. Itu sebabnya HPN di Banten adalah pengukuhan jati diri kita semua sebagai bangsa yang berani dan bermartabat. Wartawan jangan pernah lupa, kita lahir dari rahim perjuangan rakyat, dan kita akan selalu berdiri untuk mereka,” ujar Herwanto.(Red)

Tinggalkan Balasan