Peristiwa

Mayat Pria di Cisadane Dipastikan Tewas Tenggelam, Hasil Diatom Positif

26
×

Mayat Pria di Cisadane Dipastikan Tewas Tenggelam, Hasil Diatom Positif

Sebarkan artikel ini
file 00000000853c8208aac7b3a22a4b439f
Ilustrasi: Petugas kepolisian bersama tim forensik melakukan evakuasi dan pemeriksaan terhadap penemuan sesosok mayat pria di Sungai Cisadane. Hasil pemeriksaan diatom menunjukkan korban meninggal akibat tenggelam. (Foto: Ilustrasi AI/NasionalXpos)

NASIONALXPOS.CO.ID, TANGERANG – Misteri penemuan sesosok mayat laki-laki yang mengambang di aliran Sungai Cisadane, wilayah Jatiuwung, mulai menemukan titik terang. Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik, korban dipastikan meninggal dunia akibat tenggelam setelah hasil pemeriksaan diatom menunjukkan hasil positif.

Peristiwa bermula pada sekitar pukul 17.30 WIB ketika dua warga, Zaki dan Nanda, sedang berkumpul di area turap Kali Cisadane. Keduanya melihat sesosok mayat laki-laki hanyut dan mengambang di aliran sungai.

Mengetahui kejadian tersebut, Zaki segera menghubungi Sy. Rahman, seorang sopir ambulans. Setibanya di lokasi, Rahman berinisiatif menahan tangan jenazah menggunakan sebatang bambu agar tidak terbawa arus lebih jauh, sebelum melaporkan kejadian itu kepada Bhabinkamtibmas Polsek Jatiuwung.

Mendapat laporan dari warga, personel piket fungsi Polsek Jatiuwung yang dipimpin Pawas Ipda Nainggolan, S.H. bersama Kanit Reskrim Iptu Dimas, S.Mn. langsung menuju lokasi untuk mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan pemeriksaan awal. Polisi kemudian berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Polres Metro Tangerang Kota untuk melakukan olah TKP lanjutan.

Selanjutnya, jenazah dievakuasi ke RSUD Kabupaten Tangerang guna menjalani pemeriksaan medis dan autopsi oleh dokter ahli kedokteran forensik, dr. Liauw Djai Yen.

Hasil pemeriksaan autopsi awal menemukan sejumlah luka lecet pada kedua tungkai bawah, memar di pipi kiri, lutut kanan, dan tungkai bawah kanan. Selain itu ditemukan resapan darah pada kulit kepala bagian dalam serta tulang dasar tengkorak. Jenazah juga telah berada dalam kondisi membusuk saat ditemukan.

Dokter forensik juga menemukan luka terbuka pada perut sisi kanan dan dada kiri yang tidak disertai resapan darah, sehingga dinyatakan sebagai luka post mortem atau terjadi setelah korban meninggal dunia.

Karena penyebab kematian belum dapat dipastikan dari autopsi awal, tim forensik kemudian melakukan pemeriksaan diatom untuk mengetahui apakah korban masih hidup saat masuk ke dalam air.

Berdasarkan hasil pemeriksaan diatom yang dilakukan sehari kemudian, korban diketahui memiliki tinggi badan sekitar 172 sentimeter dengan postur gemuk, berusia diperkirakan lebih dari 50 tahun, serta memiliki ciri-ciri rambut hitam lurus, kumis cukup tebal, jenggot jarang, dan beberapa tahi lalat di bagian pipi, leher, serta perut.

Pemeriksaan juga memperkirakan korban telah meninggal sekitar dua hingga tiga hari sebelum dilakukan pemeriksaan luar.

Yang terpenting, hasil pemeriksaan diatom menunjukkan positif, yang memberikan petunjuk bahwa korban masih hidup ketika masuk ke dalam air.

Dengan hasil tersebut, dokter forensik menyimpulkan bahwa penyebab kematian Mr. X adalah akibat tenggelam.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap identitas korban serta menelusuri rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban akhirnya tenggelam di aliran Sungai Cisadane. Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut agar segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian atau RSUD Kabupaten Tangerang untuk proses identifikasi.

Tinggalkan Balasan