Daerah

Viral Dugaan Nikah Siri Andra Soni, Massa Geruduk Kemendagri Bawa Sejumlah Dokumen

17
×

Viral Dugaan Nikah Siri Andra Soni, Massa Geruduk Kemendagri Bawa Sejumlah Dokumen

Sebarkan artikel ini
751281649 2557521954683422 9151101842292788695 n
‎Ratusan orang dari Koalisi Aktivis Banten Bangkit (KABB) mendemo kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kamis (16/7). Mereka menuntut Mendagri mengusut tuntas dugaan pelanggaran sumpah jabatan Gubernur Banten. [photo : Postingan Ucu Nur Arief Jauhar]

NASIONALXPOS.CO.ID, JAKARTA – Dugaan pernikahan siri yang menyeret nama Gubernur Banten Andra Soni kembali menjadi sorotan. Sejumlah aktivis menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Kamis (16/7), mendesak pemerintah pusat melakukan pemeriksaan terhadap dugaan tersebut.

Informasi mengenai aksi tersebut diperoleh redaksi dari dokumentasi, foto, video, dan keterangan yang dipublikasikan melalui unggahan akun Facebook Ucun Uar Arief, yang memuat rangkaian kegiatan unjuk rasa beserta tuntutan yang disampaikan massa.

Advertisement
file 00000000f95871fa8381970073c004f3
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

Berdasarkan unggahan tersebut, aksi berlangsung di depan gerbang Kemendagri dan sempat diwarnai aksi saling dorong antara massa dengan petugas keamanan saat pengunjuk rasa berupaya menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pihak kementerian.

Setelah dilakukan negosiasi, perwakilan massa akhirnya diterima oleh Auditor Inspektorat Jenderal Kemendagri, Alamsyah, untuk menyerahkan pengaduan dan menyampaikan tuntutan agar dilakukan pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran yang dikaitkan dengan Andra Soni.

Dalam dokumentasi yang dipublikasikan tersebut, Koordinator Lapangan aksi, Asep Setiadi, menyatakan tuntutan mereka didasarkan pada sejumlah dokumen yang telah beredar di ruang publik, di antaranya dokumen bertajuk “Kronologi Kejadian”, surat yang diklaim sebagai pernyataan nikah siri, serta laporan yang disebut pernah disampaikan ke Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan).

“Dalam video TikTok itu ada keterangan nikah siri yang ditandatangani AS sebelum menjadi Gubernur bersama IF, lengkap dengan wali nikah dan dua saksi. Jika benar, tentu hal ini harus diusut karena menyangkut integritas seorang kepala daerah,” ujar Asep sebagaimana dikutip dari dokumentasi yang diunggah akun Facebook Ucun Uar Arief.

Menurut keterangan yang disampaikan dalam aksi tersebut, para demonstran meminta Kemendagri membentuk tim investigasi melalui Inspektorat Jenderal untuk memeriksa dugaan pelanggaran administratif, memberikan sanksi apabila terbukti terjadi pelanggaran sesuai ketentuan perundang-undangan, serta memastikan perlindungan hukum terhadap perempuan yang disebut dalam perkara tersebut.

Isu yang menjadi dasar aksi sebelumnya mencuat setelah akun TikTok @orangdalem2801 mengunggah sejumlah dokumen yang diklaim berkaitan dengan hubungan antara Andra Soni dan seorang perempuan bernama Ida Farida. Dokumen tersebut memuat berbagai klaim, mulai dari kronologi hubungan, dugaan pernikahan siri yang disebut berlangsung pada 22 November 2021 di Cimahi, Jawa Barat, hingga persoalan pinjaman uang.

Selain dokumen tersebut, di media sosial juga beredar tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diduga berkaitan dengan isu tersebut. Dalam salah satu percakapan muncul penyebutan nama “Rakee”.

Dalam penelusuran sebelumnya, redaksi menemukan bahwa nama “Rakee” pernah disebut oleh Tinawati, istri Andra Soni, dalam wawancara di kanal YouTube Warta Kota Production sebagai nama panggilan salah satu putranya. Namun, hingga kini belum terdapat bukti maupun konfirmasi yang dapat memastikan bahwa nama “Rakee” dalam percakapan yang beredar merujuk kepada orang yang sama, sehingga keterkaitan tersebut belum dapat dipastikan.

Di tengah ramainya isu tersebut, Ida Farida kemudian menyampaikan klarifikasi melalui video yang diunggah di akun TikTok @user1o972. Dalam video berdurasi sekitar 44 detik itu, Ida membantah informasi yang beredar dan menyebut isu yang mengaitkan dirinya dengan Andra Soni sebagai hoaks.

“Saya memohon maaf kepada masyarakat tentang beredarnya isu dengan salah satu tokoh di TikTok. Itu berita hoax. Saya sendiri tidak mengetahui, dan saya sendiri akan memproses secara hukum pembuat berita tersebut,” ujar Ida.

Ida juga menyatakan hubungannya dengan pihak yang disebut dalam isu tersebut berjalan baik. Mengenai laporan ke Komnas Perempuan yang sebelumnya ramai diperbincangkan, ia mengatakan hal itu terjadi karena kesalahpahaman dan emosi sesaat akibat tidak adanya komunikasi lebih lanjut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat pernyataan resmi dari Gubernur Banten Andra Soni terkait aksi unjuk rasa di Kemendagri maupun berbagai dokumen yang dijadikan dasar tuntutan para demonstran. Redaksi juga masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Kementerian Dalam Negeri mengenai penerimaan pengaduan tersebut. [cenks]

Catatan Redaksi: Informasi mengenai jalannya aksi, tuntutan demonstran, dan pernyataan peserta aksi dalam berita ini disusun berdasarkan dokumentasi dan keterangan yang dipublikasikan melalui unggahan akun Facebook Ucun Uar Arief. Sementara itu, dokumen, tangkapan layar percakapan, dan berbagai tuduhan yang menjadi dasar tuntutan massa masih berupa klaim yang beredar di ruang publik dan belum memperoleh verifikasi independen. Redaksi mengedepankan asas praduga tak bersalah serta membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan.

Tinggalkan Balasan