Pemerintahan

Rumah Nyaris Roboh di Kutabumi, Lurah dan Camat Turun Bawa Sembako, Renovasi Disebut Menunggu 2027

0
×

Rumah Nyaris Roboh di Kutabumi, Lurah dan Camat Turun Bawa Sembako, Renovasi Disebut Menunggu 2027

Sebarkan artikel ini
IMG 20261027 WA0059
Kondisi bagian dalam rumah yang memperlihatkan kerusakan pada atap dan rangka bangunan. Tiga anak yatim piatu tersebut dilaporkan telah bertahan di rumah itu dalam kondisi memprihatinkan selama lebih dari satu tahun.

NASIONALXPOS.CO.ID, KABUPATEN TANGERANG – Di tengah kondisi rumah yang nyaris roboh, tiga bersaudara yatim piatu di Kelurahan Kutabumi, Kecamatan Pasarkemis, Kabupaten Tangerang, kini mendapat perhatian dari pemerintah setempat. Bantuan sembako telah disalurkan, sementara renovasi rumah mereka disebut telah diajukan untuk realisasi pada 2027.

Ketiga bersaudara itu adalah Kadapi Setiawan (36), Husni Mubarak (29), dan Sadam Husein (25). Mereka tinggal di rumah tidak layak huni di Jalan Kinada, depan Klinik Nano Medika, RT 05/RW 06, Kelurahan Kutabumi. Kondisi atap dan bagian dalam rumah terlihat memprihatinkan, dengan kerusakan yang menurut keterangan keluarga telah berlangsung lebih dari satu tahun.

Advertisement
file 00000000f95871fa8381970073c004f3
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

Pada Minggu (25/10/2026), Lurah Kutabumi Ade Sunaryo bersama pengurus RT dan RW mendatangi rumah mereka untuk memberikan bantuan sembako berupa mi instan, minyak goreng, teh, telur, dan beras.

Sehari kemudian, Senin (26/10/2026), Camat Pasarkemis H. Nurhanudin turut datang membawa bantuan sembako. Ia juga memberikan uang sebesar Rp500.000 yang dititipkan melalui Ketua RT untuk membantu perbaikan rumah secara sementara.

Kedatangan kedua pejabat tersebut menjadi angin segar bagi keluarga yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi. Namun, bantuan kebutuhan pokok dan dana perbaikan sementara belum menyelesaikan persoalan utama, yakni kondisi rumah yang membutuhkan penanganan agar lebih aman dan layak ditempati.

Husni Mubarak mengungkapkan, berdasarkan penjelasan Lurah Kutabumi, kondisi rumah yang sudah parah perlu diperbaiki seadanya terlebih dahulu agar tidak semakin mengkhawatirkan. Sementara itu, renovasi lebih lanjut direncanakan menunggu program pemerintah pada 2027.

Menurut Husni, nama mereka telah diajukan untuk mendapatkan bantuan renovasi dan tercatat pada nomor urut 13.

“Menurut Pak Lurah, sementara ini karena kondisinya sudah parah, dibenerin dulu seadanya supaya tidak roboh. Nanti 2027 baru direnovasi lagi, menunggu dari pemerintah. Nama kami sudah diajukan, nomor urut 13,” ungkap Husni kepada wartawan.

Meski bantuan mulai berdatangan, Husni berharap perbaikan rumah dapat dilakukan secepatnya. Baginya, memiliki rumah yang tidak bocor ketika hujan dan aman untuk ditinggali merupakan harapan besar bagi mereka bertiga.

“Harapan saya, rumah ini cepat dibenerin supaya tidak bocor lagi dan kami bisa hidup lebih layak,” tuturnya.

Harapan tersebut sederhana, tetapi sangat berarti bagi keluarga yang harus bertahan di tengah kondisi bangunan yang memprihatinkan. Rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung justru menyisakan kekhawatiran ketika atap rusak dan bagian dalamnya membutuhkan perbaikan.

Langkah Lurah Kutabumi Ade Sunaryo dan Camat Pasarkemis H. Nurhanudin yang datang langsung memberikan bantuan menjadi bentuk perhatian terhadap kondisi keluarga tersebut. Bantuan sembako dapat membantu kebutuhan sehari-hari, sedangkan uang Rp500.000 diharapkan bisa digunakan untuk memperbaiki bagian rumah yang paling mendesak.

Namun, karena kondisi bangunan disebut sudah parah, peninjauan teknis tetap diperlukan untuk mengetahui tingkat kerusakan dan memastikan bagian yang berisiko dapat ditangani dengan tepat. Jika ada bagian rumah yang membahayakan penghuni, keselamatan harus menjadi prioritas tanpa menunggu renovasi permanen.

IMG 20261027 WA0058
Bantuan sembako berupa beras dan mi instan (Indomie) diberikan kepada tiga bersaudara yatim piatu yang menempati rumah nyaris roboh di Jalan Kinada, RT 05/RW 06, Kelurahan Kutabumi, Kecamatan Pasarkemis, Kabupaten Tangerang, sebagai bentuk kepedulian pemerintah setempat terhadap warga yang membutuhkan. (Foto: Dokumentasi)

Rencana renovasi pada 2027, sebagaimana disampaikan Husni berdasarkan penjelasan lurah, kini menjadi harapan bagi ketiga bersaudara tersebut. Kepastian mengenai jadwal pelaksanaan dan mekanisme bantuan masih perlu ditindaklanjuti oleh pihak terkait.

Pemerintah kelurahan, kecamatan, dan dinas terkait diharapkan terus mengawal pengajuan tersebut agar kondisi rumah dapat ditangani sesuai tingkat kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Kisah Kadapi, Husni, dan Sadam menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak cukup berhenti pada bantuan sesaat. Warga yang tinggal di rumah tidak layak huni membutuhkan pendampingan dan penanganan nyata agar dapat menjalani kehidupan dengan aman.

Bagi tiga bersaudara di Kutabumi ini, rumah yang tidak bocor dan tidak lagi dihantui ancaman kerusakan bukanlah kemewahan. Itu adalah kebutuhan dasar yang mereka harapkan dapat segera terwujud, sembari menunggu kepastian renovasi yang direncanakan pada 2027.

Tinggalkan Balasan