Daerah

Ngatir Tradisi Budaya Berbalut Religi

2675
×

Ngatir Tradisi Budaya Berbalut Religi

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, LEBAK – Berbagai tradisi warisan para leluhur selalu unik dan mengandung makna luhur dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat di Indonesia. Seperti tradisi Ngatir atau bertukar makanan antar kampung yang ada di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten.

TONTON JUGA :

Tradisi Ngatir biasa dilaksanakan dua kali dalam setahun yaitu pada 12 bulan Rabiul awal atau Maulid nabi dan 15 bulan Syaban atau Ruwah. Tradisi Ngatir merupakan tradisi warisan turun-temurun warga di kecamatan Cipanas, sebagai bentuk rasa syukur, terutama untuk berbagi dengan sesama tanpa membedakan status sosial sehingga jalinan tali silaturahmi dapat selalu terjaga.

Saat tradisi ngatir atau bertukar makanan yang digelar warga desa Cipanas Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten, nampak terlihat warga dari tiga kampung yaitu Kampung cipanas, Bujal dan Kampung Kondang berdatangan ke sebuah masjid Al Mutaqin yang berada di Kampung Cipanas.

Warga ini berdatangan ke masjid tersebut untuk mengambil hanceungan yaitu makanan yang disimpan dalam bakul atau kardus, berisi Nasi, panggang ayam (Bakakak), mie, serta makanan atau minuman lainnya yang telah disediakan oleh warga Kampung Cipanas.

Datangnya warga dua kampung ini sebagai bentuk silaturahmi dan undangan, saling mengunjungi.
Setelah prosesi doa dan pembagian hancengan di kampung Cipanas, kemudian warga kampung Cipanas dan bujal, berkunjung ke mesjid kondang, setelah dari kondang selesai, terakhir giliran warga kampung bujal menjamu warga kampung cipanas dan kondang.

Terang Ust. Ambari  salah seorang tokoh Agama desa Cipanas, Iya mengatakan, Bertukar makanan antar kampung atau ngatir ini adalah tradisi warisan turun-temurun warga yang berada di Kecamatan Cipanas. Sebagai bentuk rasa syukur, terutama untuk berbagi dengan sesama tanpa membedakan status sosial sehingga jalinan tali silaturahmi dapat selalu terjaga. Tradisi Ngatir biasa dilaksanakan dua kali dalam setahun yaitu pada 12 bulan Rabiul Awal atau Maulid Nabi dan 15 bulan Syaban atau Ruwah.

‘Di sisi lain menjaga kerukunan warga Desa, karena tiap kampung saling memberi dan saling mencicipi makanan, maka terciptalah kerukunan dan silaturahmi yang baik, sehingga hubungan antar kampung begitu harmonis,” Ungkapnya.

Selain di Desa Cipanas, Ngatir juga dilaksanakan di Desa lain yang ada di kecamatan Cipanas, dimana para warga baik tua maupun muda berdatangan ke masjid untuk berdoa bersama kemudian mengambil hanceungan atau bakul, yang berisi berbagai macam makanan, Satu bakul bisa di bagi perkelompok 7 sampai 9 orang,”pungkasnya. (Suhendar/E.Rifal)

Tinggalkan Balasan