Menurutnya kalau paradigmanya budaya hanya acara, tidak akan maju. Harus mengubah menjadi budaya non fisik atau perilaku.
“Budaya yang dimaksud adalah segala sendi kebudayaan. Menyangkut pembangunan infrastruktur, jangan sampai hanya sekadar ada kegiatan. Menjadi trigger landasan untuk mengukur indeks pembangunan masyarakat,” ucap politisi dari PDI Perjuangan itu.
Seperti diketahui selama pemerintahan Arief R. Wismansyah Pemkot Tangerang kerap menggelar banyak festival. Seperti Festival Cisadane, Festival Al Azhom, Festival Budaya dan lain sebagainya. Namun Andri menyebut kegiatan tersebut hanya sekadar seremoni belaka tanpa adanya arah yang jelas.
“Kalau paradigma kita tidak ubah, budaya harus sebagai penggerak pada perilaku Akhlakul Karimah. Bagaimana budaya menjadi penggerak ekonomi kreatif. Bagaimana budaya menjadi tolak ukur ketepatan penggunaan APBD,” kata Andri.
Mukafi Solihin dari Tim 11 mengaku sedih dan terenyuh dengan pembangunan di Kota Tangerang. Terlebih jembatan yang berada di depan Stadion Benteng Reborn. Bangunan tersebut kerap disebut Jembatan Teletabis karena bentuknya menyerupai bukit yang menggelembung.













