Daerah

Cekcok Pasutri, Suami Mendadak Tak Sadarkan Diri Ternyata Ini Masalahnya!

1221
×

Cekcok Pasutri, Suami Mendadak Tak Sadarkan Diri Ternyata Ini Masalahnya!

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, KABUPATEN SERANG – Cekcok rumah tangga jadi tontonan warga terjadi di Kampung Citawa Desa Tambak kecamatan Kibin Kabupaten Serang, Selasa (1/9/2021).

Pasangan suami istri (Pasutri ) ini sebenarnya sedang dalam perjalanan pulang menggunakan mobil pribadinya dari Palembang Sumatera Selatan menuju Yogyakarta. Karena melintasi wilayah Kabupaten Serang, Pasutri ini memutuskan menginap 1 hari di rumah kontrakan Adiknya di kampung Citawa Kibin dan kembali meneruskan perjalanan pada esok harinya (rabu-red).

Usai menginap pasutri ini kembali akan melanjutkan perjalanannya ke Yogyakarta pada pukul 15.00 Wib, entah apa permasalahannya tiba tiba pasutri yang membawa seorang anak laki laki ini bertengkar, mulai di kontrakan adiknya hingga berlanjut ke jalan raya hingga jadi tontonan warga.

Suaminya yang bernama Eko (39) ini mendadak tak sadarkan diri. Warga yang menyaksikan tidak ada yang membantu saat suami nya pingsan mungkin warga mengira karena covid-19.

Apri (35) yang merupakan istri nya tiba tiba meminta bantuan warga untuk meminta air minum dan membawanya ke klinik.

 

“Tolong pak suami saya pingsan, minta air pak tolong bawa ke klinik pak” ucap Apri berharap ada warga membantu.

Dalam kejadian tersebut tadinya tak ada satu warga yang mendekat saat kondisi suaminya tak sadarkan diri, Nampak salah satu wartawan datang membantu di ikuti 2 warga lainnya, wartawan ini lantas berinisiatif mencari angkot agar segera mendapatkan pertolongan medis.

Tidak butuh waktu lama suaminya yang dalam kondisi tak sadarkan diri ini langsung dibawa ke Klinik terdekat dengan menggunakan mobil angkot.

Apri menjelaskan kepada wartawan bahwa suaminya pingsan lantaran cekcok tak berujung.

“Ya pak, kami ini suami istri, sedang perjalanan ke Yogyakarta, semalam kami menginap dulu di kontrakan adik, kami cekcok rumah tangga pak, tiba tiba suami saya pingsan, terimakasih pak sudah membantu kami diantar ke klinik” kata Apri.

Sementara itu dokter klinik setempat menjelaskan bahwa saat di ambil tensi pasien tersebut tinggi diatas 200 dan dianjurkan di bawa ke rumah sakit.

“Kondisi pasien harus segera dibawa ke rumah sakit , tensi nya tinggi, melebihi 200, kalau tidak cepat cepat di tolong pembuluh otaknya pecah, sementara baringkan dulu pasien di sini, tenangkan dulu pikirannya dampak depresi tekanan darahnya tinggi”ucap dokter klinik yang menangani.

Keributan rumah tangga ini dipicu lantaran mantan suaminya sering menelepon ke isterinya, namun sekarang hubungan mereka kembali membaik setelah istrinya berjanji dihadapan suami (Eko) untuk tidak meladeni mantan suaminya yang ada di Palembang.

Suami nya dalam penanganan medis, dan informasinya kini kondisinya berangsur membaik. (Syt)

Tinggalkan Balasan