Ragam

Hormati Leluhur, Masyarakat Banjarsari Gelar Khotmil Qur’an ke-5 di Makam “Mbah Sentono”

4697
×

Hormati Leluhur, Masyarakat Banjarsari Gelar Khotmil Qur’an ke-5 di Makam “Mbah Sentono”

Sebarkan artikel ini
IMG 20240902 WA0037
Acara kenduri dan doa bersama di makam Mbah Sentono dusun Banjarsari, desa kedunglengkong, kecamatan Dlanggu, kabupaten Mojokerto. Foto: Agung CH

Menurut tokoh agama tersebut, Tumenggung Sukarto Widjoyono merupakan pejuang yang pertama kali ‘Mbabah’ (Menata-red) dusun Banjarsari menjadi daerah yang layak mukim.

“Dinamakan Sentono, karena tempat ini dulu adalah lokasi berkumpulnya angkatan perang prajurit Mojopahit. Nah, karena berkumpulnya para prajurit-prajurit itu terlihat berbanjar-banjar, maka daerah ini kemudian dinamakan Banjarsari,” terangnya.

Advertisement
file 00000000f95871fa8381970073c004f3
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

Ulama setempat inipun turut berharap agar kegiatan religi pada warisan budaya leluhur di dusun Banjarsari tersebut dapat selalu lestari.

“Saya berharap kegiatan ini bisa lestari hingga kelak ke anak cucu kita. Dalam giat itu, kita bersama-sama berdoa supaya kampung kita oleh Allah diberikan keamanan, ketentraman dan dijadikan kampung yang gemah ripah loh jinawi,” bebernya.

Nampak hadir dalam perhelatan tersebut sejumlah anak-anak hingga masyarakat yang sudah sepuh. Serta, tak ketinggalan kaum ibu juga ikut menyukseskan jalannya hajatan yang menjadi perekat kekompakan antar sesama warga dusun Banjarsari.

Sementara, Hadi Purwanto dalam keterangannya mengajak agar setiap insan dapat terus menanamkan rasa kesadaran, bahwa cepat atau lambat semua akan berpulang kepada-Nya.

Tinggalkan Balasan