2. Penanggalan Bulan dan Hari
Kalender China mempunyai 12 bulan lunar, namun pada setiap beberapa tahun terdapat bulan kabisat untuk menyesuaikannya dengan kalender solar.
Sehingga hari-hari dalam kalender China tidak memiliki pasaran, melainkan lebih fokus terhadap perayaan tertentu seperti tahun baru imlek, festival Qingming, serta festival pertengahan musim gugur.
Sebenarnya kalender Jawa juga terdiri dari 12 bulan dengan nama tradisional, seperti Sura, Sapar, Mulud, dan lain sebagainya.
Namun, setiap bulan terdiri dari 29 atau 30 hari yang tergantung pada fase bulan.
Menariknya lagi, kalender Jawa menggabungkan hari pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon) dengan hari biasa (Senin sampai Minggu) untuk menciptakan 35 kombinasi hari.
3. Filosofi dan Penggunaan
Sebenarnya kalender China lebih berorientasi pada elemen astrologi dan feng shui.
Itu sebabnya, mengapa penentuan shio seseorang akan menjadi dasar untuk memperkirakan keberuntungan, kesehatan, dan hubungan.
Bahkan, kalender tersebut juga kerap dipergunakan dalam menentukan hari baik untuk pernikahan, usaha, serta ritual adat lainnya.







