“Mungkin Sambong Wali itu sudah didoakan para wali, sehingga masih utuh sampai sekarang,” ujarnya.
Kades Sonokulon menambahkan, konon dulunya para Wali Songo akan membangun masjid Demak di lokasi tersebut (Sawah Boto).
Segala sarana dan prasarana pendukung sudah dilengkapi, baik itu sumber air (Sendang Pengkol) dan juga bendungan sungai (Sambong Wali) yang kemungkinan untuk prosesi pembangunan.
Namun ketika para wali bersabda (sabda wali) pembangunan masjid yang dilakukan malam hari, jangan sampai ada suara lesung dan suara ayam berkokok pertanda malam menjelang pagi telah tiba.
Bertepatan tibanya waktu pembangunan, para perempuan yang ada di dukuh ini (Soronini- red), membunyikan lesung yang disusul suara ayam berkokok.
Lalu para Wali marah, karena belum waktunya pagi sudah membunyikan lesung, sehingga proses pembangunan masjid pun gagal.

Lalu, sebagain umpak-umpak masjid dibuang kemana-mana, dan salah satu di Putat itu, yang lainya tersebar di banyak tempat, ada yang di gua terletak di tengah hutan dan lokasi lainnya.













