Daerah

Jaga Ekosistem Biota Laut, Ditpolairud Polda Bali Lepasliarkan 100 Tukik di Pantai Tanjung Benoa

0
×

Jaga Ekosistem Biota Laut, Ditpolairud Polda Bali Lepasliarkan 100 Tukik di Pantai Tanjung Benoa

Sebarkan artikel ini
IMG 20261029 165244
Pelepasliaran 100 Tukik oleh Ditpolairud Polda Bali bersama lintas instansi di pantai Tanjung Benoa. Rabu, (28/10/2026) pukul 16.00 Wita. Foto: Ist

NASIONALXPOS.CO.ID, BADUNG — Demi menjaga biota laut dilindungi yang merupakan bagian penting dari ekosistem laut, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Bali bersama unsur lintas instansi dan komunitas pemerhati lingkungan melepasliarkan 100 Tukik (anak penyu) di kawasan pantai Tanjung Benoa, Badung. Rabu, (28/10/2026) pukul 16.00 Wita.

Pelepasliaran Tukik itu dipimpin langsung Kasubdit patroli Polairud Polda Bali AKBP Mahfud Didik dihadiri langsung Danlanal Denpasar beserta jajaran TNI Angkatan Laut, Angkatan Udara, Bendesa Adat Tanjung Benoa, Asosiasi Ghawisri, Dinas Kesehatan kabupaten Badung dan komunitas pemerhati lingkungan.

Advertisement
file 00000000f95871fa8381970073c004f3
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

Direktur Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Bali Kombes Pol. Bambang Wiriawan menyampaikan bahwa penyu adalah hewan sekaligus penjaga keseimbangan ekosistem laut. Karena fungsinya yang krusial dan populasinya yang terancam punah, penyu merupakan satwa yang dilindungi penuh secara hukum.

“Melalui kegiatan pelepasliaran Tukik ini, diharapkan kesadaran masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir dan kelestarian penyu agar perkembangbiakan penyu semakin meningkat di masa depan,” ujar Bambang.

IMG 20261029 165222
Foto: Ist

Senada dengan Bambang, Kasubdit Patroli Polairud Polda Bali AKBP Madfud Didik juga menerangkan bahwa kegiatan ini tak lepas dari peran semua pihak dalam melindungi ancaman kepunahan penyu.

“Oleh karena itu, sinergi bersama instansi pemerintah terkait dan komunitas pemerhati lingkungan serta masyarakat pesisir jelas diperlukan dalam menjaga kelestarian penyu,’ tuturnya.

Sementara salah satu pemerhati lingkungan wilayah Serangan mengapresiasi kegiatan pelepasliaran Tukik antar lintas instansi yang diinisiasi Polairud Polda Bali. Diharapkan ke depan, selain pelepasliaran Tukik, edukasi tentang penyu oleh Polairud Polda Bali dan semua instansi terkait semakin intensif agar kelestarian penyu tetap terjaga. (Red)

Tinggalkan Balasan