NasionalPemerintahan

Pengarahan Presiden RI Melalui Zoom Meeting untuk Blora

923
×

Pengarahan Presiden RI Melalui Zoom Meeting untuk Blora

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, BLORA – Bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Bupati H. Arief Rohman, serta Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati, dan jajaran Forkopimda mengikuti pengarahan Presiden RI melalui aplikasi zoom meeting yang dilaksanakan Kementerian Dalam Negeri, Senin (17/5/2021) siang.

Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian dalam laporannya menyampaikan ucapan Selamat Idul Fitri 1442 H bagi seluruh masyarakat Muslim, dan selamat memperingati Kenaikan Isa Almasih bagi saudara-saudara nasrani.

Mendagri menyampaikan bahwa pandemi Covid19 telah berjalan lebih dari satu tahun, dan para pengambil kebijakan mempunyai satu tujuan yaitu bagaimana menghentikan penyebaran virus ini.

“Agar pengambil kebijakan, para pemimpin menggunakan analogi-analogi yang sederhana agar dapat dimengerti oleh seluruh elemen masyarakat. Seperti bapak Presiden menggunakan analogi mengendarai kendaraan, kapan saat tepat menginjak gas, dan kapan saat yang tepat menarik rem,” kata Mendagri.

BACA JUGA :  Kanwil Kemenkum dan HAM Banten Serahkan RK Kepada 324 Napi

Lebih lanjut Mendagri menyampaikan persebaran virus global sampai saat ini belum dapat terkendali.

“Disisi lain Indonesia mengalami perbaikan dengan diterapkannya PSBB yang kemudian diikuti dengan PPKM Mikro. Pengambilan kebijakan tersebut mampu menekan angka indikator pengendalian Covid0-19, dan saya berharap Forkopimda memanfaatkan forum ini agar kompak, dan bersinergi mengendalikan angka-angka indikator tersebut, serta Pemerintah Daerah, saya harap tetap waspada menghadapi fenomena munculnya varian baru virus Covid-19 setelah libur panjang,” harap Tito Karnavian.

Sementara itu, Presiden RI, Joko Widodo dalam pengarahannya kembali mengingatkan seluruh peserta video conference untuk selalu hati-hati, dan waspada di tengah masa pandemi ini.

“Hati-hati harus waspada, karena setelah libur panjang berpotensi munculnya kasus baru Covid-19 meskipun kita telah mengeluarkan kebijakan larangan mudik, tetapi masih ada 1,1% warga yang masih mudik. Sepertinya kecil tapi 1,1% sama dengan 1,5 juta warga masyarakat,” pinta Joko Widodo.

BACA JUGA :  Seorang Peternak Lele Kecewa Dengan Pelayanan Oknum Mantri BRI Unit Todanan

“Kita berharap tidak ada lonjakan kasus aktif sebesar tahun lalu karena saat ini Indonesia telah mengalami penurunan kasus aktif,” lanjut Presiden.

Presiden mengharapkan adanya konsistensi, dan ketahanan (endurance) dalam mengambil kebijakan-kebijakan persebaran Covid-19.

“Hati-hati dengan gelombang kedua, gelombang ketiga yang menimpa negara-negara tetangga kita. Malaysia sudah lockdown sampai nanti Juni. Tetap semuanya harus hati-hati,” ungkap Presiden.

Data bed occupancy ratio (BOR) saat ini sudah mengalami penurunan, Presiden menghimbau agar Bupati/Walikota, serta Gubernur untuk bersama-sama bekerja keras, dan bahu-membahu menurunkan angka BOR.

“Tolong semua Gubernur, Bupati/Walikota tahu angka-angka ini. Kalau yang masuk rumah sakit banyak, harus ekstra hati-hati karena angka BOR nasional dibawah angka 29%. Kalau obat kurang atau vaksin tidak ada segera telepon Menteri Kesehatan,” lanjut Presiden.

BACA JUGA :  Pengurus PMI Blora Periode 2022-2027 Resmi Dilantik

Presiden mengingatkan agar pemerintah daerah tetap waspada, dan berhati-hati ditengah kenaikan kunjungan di tempat pariwisata, serta tingkat hunian hotel.

“Bagi daerah di zona merah, dan orange tempat wisata ditutup dulu. Yang daerahnya zona kuning atau hijau buka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Untuk pertumbuhan ekonomi, dan penanganan Covid-19 harus dapat berjalan beriringan,” pungkas Presiden.

Bupati H. Arief Rohman, menanggapi arahan Presiden menyampaikan kesiapan, dan kesanggupannya melaksanakan arahan tersebut.

Hadir dalam rakor pengarahan Presiden RI seluruh jajaran Forkopimda Kabupaten Blora, Ketua DPRD, Kapolres, Kajari, perwakilan Kodim 0721/Blora, Sekretaris Daerah Kabupaten Blora beserta Asisten. (Hans)