“Kami merasa diperlakukan tidak adil dan menjadi korban dugaan pemerasan,” ungkapnya dengan nada geram.
Tanggapan Masyarakat
Kasus ini memicu reaksi beragam dari masyarakat. Banyak yang mempertanyakan tindakan gegabah warga yang mengklaim adanya perbuatan mesum tanpa bukti yang cukup. Beberapa juga menyoroti apakah penggerebekan tersebut seharusnya dilakukan tanpa kehadiran aparat penegak hukum (APH).
Lebih lanjut, dugaan adanya provokator dalam insiden ini juga menjadi perhatian. “Kami menduga ada oknum yang memprovokasi warga,” kata DS, menekankan bahwa mereka memiliki itikad baik untuk menikah.
Pertanyaan Mengenai Kehadiran Kades
Yang menarik perhatian adalah ketidakhadiran mantan suami SR, yang juga merupakan Kepala Desa Kutogirang, saat penggerebekan berlangsung. Keluarga SR mempertanyakan mengapa Kades tidak hadir, padahal rumahnya berdekatan dengan kediaman SR.
Konfirmasi yang Belum Diterima
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada konfirmasi resmi dari warga yang terlibat dalam penggerebekan. Upaya awak media untuk menghubungi KM, Ketua RT, dan DW, selaku Kades Kutogirang, belum membuahkan hasil.











