Kristrianti Puji Rahayu mengatakan, pemilihan sektor pertanian sebagai fokus program KPSP di Kota Denpasar tidak terlepas dari usaha Pemerintah Daerah Kota Denpasar dalam mengembangkan produk pertanian dalam kota.
“Program KPSP untuk sektor pertanian dan program pengembangan UMKM selaras dengan pilar pengembangan sektor prioritas Ekonomi Kerthi Bali yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Bali untuk mencapai ketahanan pangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan merata di seluruh wilayah Provinsi Bali,” jelas Puji.
AdvertisementScroll kebawah untuk lihat berita lainnya.
Dirinya juga mengapresiasi TPAKD Kota Denpasar yang telah melaksanakan launching program TPAKD di 2024 serta melaksanakan kegiatan edukasi keuangan untuk disabilitas dan juga pelaku UMKM dan petani.
“Sesuai amanat Undang-Undang dalam inklusi Keuangan, seluruh masyarakat harus memperoleh akses keuangan yang sama dan setara. Diperlukan sinergi seluruh pihak untuk menyukseskan program TPAKD,” imbuhnya.
Sementara Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara mengatakan, program TPAKD Kota Denpasar adalah program yang harus diwujudkan bersama yang digerakan oleh weda wakya “Vasudaiva Khutumbakam“. Tentunya, hal ini melalui sinergi dan kolaborasi seluruh komponen masyarakat, Pemerintah Kota Denpasar, OJK, Bank Indonesia, dan Industri Jasa Keuangan yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat di Kota Denpasar.
“Kemudahan akses keuangan hendaknya disertai dengan edukasi dan literasi yang memadai agar pinjaman yang diperoleh dapat dimanfaatkan dengan lebih optimal,” ujar Jaya Negara.
Dalam kegiatan tersebut, diserahkan bantuan CSR berupa bibit padi dan traktor kepada petani, PT. Bank BPD Bali secara simbolis memberikan Kredit Prioritas sektor pertanian, rekening simpel gratis bagi juara 1, 2 dan 3 seluruh kelas dan KUR Penyandang Disabilitas senilai Rp50 juta kepada pelaku UMKM Disabilitas. (Tik/tim)













