Dukungan juga datang dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Melalui sambutan tertulis yang disampaikan Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan , Pemkot menegaskan komitmennya memperluas implementasi literasi digital hingga ke sekolah dan komunitas masyarakat.
Kegiatan ini menghadirkan diskusi langsung bersama pemangku kebijakan, psikolog, perwakilan platform digital, hingga kreator parenting. Peserta dibekali strategi membangun komunikasi terbuka dengan remaja serta kecakapan digital untuk menghadapi risiko seperti kecanduan gawai, konten tidak layak, hingga ancaman keamanan siber.
Head of Public Policy & Government Relations TikTok Indonesia, Hilmi Adrianto, menegaskan komitmen platformnya dalam perlindungan remaja. Menurutnya, keamanan pengguna khususnya remaja menjadi prioritas utama melalui fitur keamanan, edukasi literasi digital, dan kerja sama dengan para ahli.
Mendukung kampanye ini, Lampu.id menggandeng lebih dari 20 komunitas sebagai mitra penggerak untuk mengamplifikasi pesan PP TUNAS. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat peran orang tua dalam membimbing dan mengawasi aktivitas digital remaja secara konsisten.
Salah satu peserta, Taufiq Ketua Relawan TIK Provinsi Banten menyoroti pentingnya kehadiran orang tua di dunia digital anak, khususnya bagi remaja. Ia mengingatkan bahwa sikap “menyerah karena gaptek” justru membuka celah risiko baru.













