Ditempat yang sama, Arif, Konsultan Pengawas CV Sukses Makmur Santosa saat mengklarifikasi menyatakan bahwa dirinya sudah menyampaikan tentang penggunaan K3 kepada para pekerja.
“Kita tetap sampaikan, apapun itu. Cuma, kita tidak bisa. Artinya, kan saya nggak mungkin sampai pakai nada keras. Kendalanya memang perilaku dari pekerja. Mungkin ini kebiasaannya yang nggak pakai, risih. Ketika saya sudah sampaikan, setelah itu ya sudah,” timpalnya.
Bahkan menurutnya lagi, jika nanti ada pekerja proyek yang mengalami kecelakaan saat bekerja, maka hal itu merupakan tanggung jawab CV Sukses Makmur Santosa sebagai penyedia.
“Tanggung jawab tetap di penyedia. Kita sebagai monitoring, semaksimal mungkin untuk mengarahkan,” ujar Arif.
Dilain pihak, seorang warga Mojokerto yang tidak ingin dipublikasikan namanya, malah menilai jika Pelaksana kegiatan dan Konsultan pengawas merupakan perantara wakil dari Dinas Kesehatan PPKB Kota Mojokerto.
“Tupoksi mereka, harusnya mengawasi pelaksanaan dan kegiatan proyek. Tapi ketika kami investigasi ke lokasi, ternyata para pekerjanya banyak yang abai terhadap K3,” jelasnya.
Oleh sebab itu, dirinya menduga bahwa oknum pelaksana berikut konsultan pengawasnya ditengarai belum mampu mengarahkan para pekerjanya ke pedoman yang lebih baik. Sehingga, sebagai koordinator lapangan, mereka sangat diragukan hasil pekerjaannya.









