TNI & Polri

Sambut Hari Bhayangkara ke-77, Polda Sulut Gelar Upacara Pengambilan Air Suci

502
×

Sambut Hari Bhayangkara ke-77, Polda Sulut Gelar Upacara Pengambilan Air Suci

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, MANADO – Polda Sulawesi Utara (Sulut) menggelar upacara pengambilan dan penyerahan air suci dalam rangka pembinaan tradisi menyambut Hari Bhayangkara ke-77 tahun 2023.

Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara pengambilan air suci, pada Rabu (14/6) pagi, di Mapolda Sulut. Upacara ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sulut Irjen Pol Setyo Budiyanto.

Advertisement
Scroll Kebawah Untuk Lihat Berita

Dalam upacara tersebut, Kapolda Sulut menyerahkan bokor atau wadah untuk menampung air kepada personel Satbrimob yang ditugaskan untuk mengambil air suci.

Selanjutnya, personel Satbrimob bersama perwakilan personel dari beberapa satuan kerja Polda Sulut menuju lokasi sumber mata air Watu Pinawetengan yang berada di Kabupaten Minahasa untuk mengambil air suci.

BACA JUGA :  Rumput Liar Penyumbat Saluran Air Dibersihkan Prajurit Yon Arhanud 12/SBP Bersama Warga

Usai pengambilan air suci di Pinawetengan, rombongan kembali ke Mapolda Sulut untuk menyerahkan air suci tersebut melalui upacara penyerahan, pada Rabu siang.

Ditandai dengan penyerahan bokor yang telah terisi air suci oleh personel Satbrimob kepada Kapolda Sulut. Air suci tersebut selanjutnya dituang ke dalam dua buah bokor yang berukuran lebih kecil oleh Kapolda Sulut.

Sementara itu Kapolda Sulut mengatakan, air suci tersebut nantinya akan dikumpulkan dari seluruh Polda di Indonesia oleh Mabes Polri untuk penyucian pataka-pataka Polri sebelum dilaksanakan upacara Hari Bhayangkara ke-77 pada 1 Juli 2023 mendatang.

BACA JUGA :  Polisi RW ,  Bripka Yandi Anggota Unit Reskrim Polsek Cikande  Polres Serang Sambang Ketua RW 

“Ini merupakan sebuah pembinaan tradisi dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-77. Air suci ini nantinya akan disatukan dengan air suci dari seluruh Polda. Besok akan kami kirim ke Jakarta, kemudian disatukan. Setelah disatukan atau digabung, barulah dilakukan prosesi penyucian pataka-pataka Polri,” kata Irjen Pol Setyo Budiyanto.

Dijelaskannya, prosesi pengambilan air suci di Watu Pinawetengan turut melibatkan para tokoh adat dan Tonaas, juga disambut Tari Kabasaran.

“Dari kami menugaskan Wadansatbrimob Polda Sulut yang bertugas mulai dari pemberangkatan sampai kemudian tiba kembali di Mapolda Sulut, kemudian dilakukan upacara penyerahan air suci,” jelas Irjen Pol Setyo Budiyanto.

BACA JUGA :  Bale Asta Dala Puri Ageng Blahbatuh Full of Historical Meaning Inaugurated by TNI Leaders

Dirinya berharap, dengan adanya prosesi penyucian pataka nanti, bisa memberikan sebuah makna atau filosofi untuk membersihkan hal-hal yang tidak baik.

“Untuk mengurangi hal-hal yang tidak baik, untuk menghindari adanya permasalahan-permasalahan yang tidak baik yang direpresentasikan melalui penyucian pataka. Kemudian anggota juga semakin merasakan bahwa tidak boleh melakukan tindakan-tindakan yang melanggar aturan. Sehingga pelayanan kepada masyarakat itu betul-betul nomor satu, masyarakat bisa merasakan aman dan nyaman dalam melaksanakan seluruh aktivitas sepanjang hari di wilayah Sulawesi Utara,” pungkas Irjen Pol Setyo Budiyanto.

(**Jefry Kandouw)