NASIONALXPOS.CO.ID, CILACAP – Sesuai perintah Penjabat Bupati Cilacap Yunita Diyah Suminar, penanganan stunting di Kabupaten Cilacap menjadi tanggung jawab bersama dari aemua unsur, baik Pemkab, Kecamatan maupun pemerintah desa.
Kembali ditegaskan Yunita, penanganan stunting bukan hal yang bisa dianggap mudah, jadi saya perintahkan seluruh elmen yang ada bekerjalah sesuai dengan tupoksinya, stunting di Cilacap cukup memprihatinkan, kata dia, Rabu (18/1/2023).

Baca Juga : Pj. Bupati Cilacap Yunita Minta Birokrasi Sat Set Das Des Las Les Dar Der Dor Dalam Menjalankan Tugas
Yunita apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Wanareja beserta seluruh pemerintah desa yang ada di Kecamatan Wanareja, Puskesam Wanareja 1 dan Puskesmas Wanareja 2, Polsek dan Koramil, serta Tim Penggerak PKK yang ada, atas direalisasikanya Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita berpotensi stunting.

“Saya mengimbau agar PMT tidak hanya sekedar dokumentaasi saja, tetapi PMT dalam pelaksanaanya harus dimonitoring secara berkala sehingga kita bisa mengetahui hasil dari PMT tersebut untuk balita berpotensi stunting, “, tegas Yunita.
Sementara itu Camat Wanareja, Irwan Ariyanto menyampaikan, dalam proses Pemberian Makanan Tambahan pihak Forkopimcam Wanareja langsung mendapatkan pemantauan oleh beberapa OPD dari Cilacap, yakni Wahyu Ari Pramono Kepala Dinas PUPR, dan Taryo Ka. Kesbangpol yang turut serta bergabung bersama Forkopimcam Wanareja hingga usia.
“Untuk di Kecamatan Wanareja sendiri ada sebanyak 164 sasaran balita berpotensi stunting, dalam proses penyaluranya kita menggandeng Bidan Desa dari masing – masing Puskesmas lengkap bersama Kepala Puskesmanya turun langsung, alhmadulilmah semunya dapat dilaksanakan dengan baik, “, jelas Irwan.

Ditempat yang sama, Kepala Puskesmas Wanareja 2 , dr. Catu Aan menyampaikan, sesuai petunjuk nantinya setelah dilakukan pemberian makanan tambahan, pihak kita berasam unsur yang lainya akan melakukan evaluasi 15 hari sekali dengan melakukan penimbangan, pengukuran tinggi badan yang akan dilakukan oleh Bidan Desa yang ada.
“Pemberian PMT akan dilakukan 90 hari menggunakan siklus menu 10 hari dan diberikan sesuai dengan kelompok umur (tekstur dan bentuk makan menyesuaikan dengan daya terima anak balita), “, beber Aan.
Diketahui, menu makanan yang diberikan terdapat beberapa olahan makanan yakni Menu makanan PMT tanggal 16 Januari 2023 , nasi, tumis labu siam, orak arik tempe, bola-bola daging sapi, buah pisang, susu kotak. (Junaedi)













