“Saksi pertama sudah menyatakan, dari 3 item itu yang membuat rugi CV BMS adalah terkait spare part, supplier, dan Bunker. Dari perincian dan lampiran yang disampaikan kerugian mencapai Rp12.850.000.000,- (Dua belas milyar delapan ratus lima puluh juta rupiah),” bebernya.

Heru juga menjelaskan bahwa agenda sidang berikutnya adalah agenda penambahan alat bukti yang akan diberikan pihaknya kepada majelis hakim.
“Dari proses sidang tadi, estimasi tanggal 5 maret dengan agenda yaitu penambahan alat bukti yang akan kita sampaikan. Tentunya alat bukti ini sangat mendukung karena alat bukti ini data yang valid yang akan saya submit serta lampirkan terkait dengan pencemaran nama baik dan berkaitan dengan undang-undang ITE, di mana salah satu oknum karyawan di PPI masih bisa-bisanya dan berani mencemarkan nama baik klien saya,” jelasnya.













