“Middle powers memainkan peran unik sebagai jembatan antara kekuatan besar dan negara-negara kecil, menciptakan peluang kerja sama dan stabilitas di dunia yang terfragmentasi,” tambahnya.
Namun, Prof. Azizuddin juga mengingatkan bahwa meskipun memiliki potensi besar, middle powers menghadapi tantangan seperti ketergantungan pada kekuatan besar, keterbatasan sumber daya, dan instabilitas regional yang dapat mengganggu diplomasi multilateral. Fragmentasi global semakin memperumit peran mereka dalam menciptakan konsensus internasional.
“Keberhasilan middle powers terletak pada kemampuan mereka untuk memanfaatkan kekuatan lunak, membangun aliansi, dan mendorong tata kelola berbasis aturan,” jelasnya.
Kolaborasi Internasional
Dosen Hubungan Internasional Universitas Moestopo, Setya Ambar Pertiwi, SE., MA., menambahkan bahwa dengan strategi yang tepat dan adaptasi terhadap dinamika geopolitik, middle powers dapat menjadi pilar utama dalam menciptakan tatanan dunia yang lebih adil. Ia menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dan keterlibatan aktif middle powers untuk menjamin stabilitas global yang inklusif dan berkelanjutan.
Kegiatan ini merupakan implementasi dari kerja sama antara Universiti Utara Malaysia dan Universitas Moestopo, setelah ditandatanganinya Letter of Intent untuk kolaborasi di bidang akademik.
Dengan diskusi yang mendalam ini, diharapkan kontribusi middle powers dapat semakin diperkuat dalam menghadapi tantangan global yang kompleks. (Red)








