NASIONALXPOS.CO.ID, BONDOWOSO – Proyek penggantian Jembatan Besuk yang menghubungkan Kabupaten Bondowoso dan Situbondo mulai menimbulkan keluhan masyarakat. Dampak sistem buka-tutup satu jalur yang diberlakukan di lokasi proyek membuat arus lalu lintas tersendat parah, terutama di jam-jam sibuk. Proyek ini saat ini sedang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana CV Shasmecka Jaya dan diawasi oleh PT Mitra Cipta Engineering (MCE). Rabu (18/6/2025).
Kemacetan terparah terjadi di Desa Besuk, Kecamatan Klabang, tepatnya di ruas jalan penghubung batas kota Bondowoso dan Kabupaten Situbondo (Link 35.054). Proyek senilai Rp 6,3 miliar ini bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur tahun 2025, dan dijadwalkan berlangsung dari 27 Februari hingga 24 Oktober 2025.
Seorang pengendara motor berinisial SM mengaku bahwa kemacetan terjadi sejak pagi hingga sore hari. “Antrian kendaraan sangat panjang, terutama di pagi dan sore hari. Meski sudah ada rambu dan pengalihan, tetap saja macet,” ujarnya kepada media.
SM berharap proyek segera rampung agar pengguna jalan tidak terus-menerus menjadi korban kemacetan yang melelahkan. “Kami harap CV Shasmecka Jaya bisa menyelesaikan proyek ini tepat waktu. Jangan sampai molor, karena jalan ini sangat vital bagi mobilitas warga,” tambahnya.














