TANGERANG — Forum Aksi Mahasiswa (FAM) Tangerang melontarkan kritik keras di momentum HUT ke-33 Kota Tangerang.
Sejumlah persoalan dinilai masih berulang tanpa penyelesaian tuntas.
Koordinator FAM Tangerang, Akbar Ridho, menegaskan tema “Melayani Tanpa Henti” harus dibuktikan lewat capaian nyata.
“Banjir masih terjadi di Ciledug, Cipondoh, Karang Tengah, hingga Periuk. Sampah belum tertangani menyeluruh. Kemacetan tetap padat. Ini fakta yang dirasakan warga setiap hari,” ujar Akbar Ridho, Senin (2/3/2026).
Ia menyoroti peningkatan APBD yang dinilai belum berbanding lurus dengan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, anggaran besar harus menghasilkan perubahan terukur.
“Publik berhak tahu realisasi anggaran dan dampaknya. Data harus dibuka. Indikator kinerja harus jelas,” tegasnya.
FAM juga menyinggung layanan dasar seperti antrean fasilitas kesehatan dan akses air bersih di wilayah padat yang masih menjadi keluhan.
Pembangunan fisik kota, kata Akbar, perlu diimbangi penyelesaian kebutuhan mendasar.
Selain itu, ia menilai peran BUMD belum optimal dalam menopang Pendapatan Asli Daerah dan memperkuat pelayanan publik.
“BUMD harus dikelola profesional dan transparan. Kalau tidak maksimal, lakukan evaluasi menyeluruh,” katanya.
FAM Tangerang mendesak pemerintah kota melakukan audit kinerja terbuka dan melibatkan publik dalam pengawasan.
“Usia 33 tahun cukup untuk menunjukkan kemajuan. Warga menunggu hasil, bukan perayaan,” tutup Akbar Ridho.
Berdasarkan pantauan dilokasi, aksi yang berlangsung damai tersebut tidak mendapatkan respon, pasalnya tidak ada satupun pejabat pemkot Tangerang yang menemui massa pengunjuk rasa [rizky]







