NASIONALXPOS.CO.ID, BANGLI – DPD partai Nasdem Bangli yang diketuai I Gede Tindih bersama I Nengah Sudibia, I Nengah Sukarta, I Nyoman Sutresna dan I Putu Sutardana menyatakan sikap terkait polemik pemberitaan di majalah Tempo beberapa waktu.
Meskipun pimpinan redaksi media Tempo Setri Yasa telah menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang timbul dari cover majalah tempo edisi pekan ini dengan menampilkan karikatur ketua umum partai Nasdem Surya Paloh, tetap memicu reaksi keras kader Nasdem di seluruh Indonesia, tak terkecuali kabupaten Bangli, provinsi Bali.
Dalam pernyataan itu, Gede Tindih menyampaikan bahwa setelah mencermati apa yang ditampilkan dalam laporan utama majalah Tempo edisi 12 April 2026, baik terkait judul, foto cover halaman depan serta isi narasi, majalah Tempo dianggap telah melakukan upaya pelecehan secara sistematis, dengan maksud merendahkan martabat pimpinan dan institusi partai.
“Dengan menampilkan judul cover “PT Nasdem Indonesia Raya Tbk” jelas-jelas Tempo secara sengaja memframing partai Nasdem hanya sebagai lembaga komersil semata. Hal ini jelas bertentangan dengan kaidah partai Nasdem,” ucapnya di hadapan awak media. Rabu, (15/4/2026) pukul 11.00 Wita.
Dengan tegas juga Ia menyampaikan bahwa, Tempo dengan sengaja membentuk opini bahwa partai Nasdem telah ditukar dengan kepentingan pragmatis.
“Dari semua itu, jelas bahwa Tempo menampilkan jurnalisme yang bersifat insinuatif dan tidak bertangungjawab serta jauh dari kaidah jurnalisme yang baik. Oleh karena itu, kami menuntut majalah Tempo meminta maaf secara tertulis kepada pimpinan dan partai Nasdem serta untuk tidak mengulangi lagi di kemudian hari,” tegasnya.
Seperti diketahui sebelumnya, reaksi keras itu disebabkan oleh sampul majalah Tempo edisi 12 april 2026 yang memuat tajuk “PT Nasdem Indonesia Raya Tbk” di mana sampul itu menampilkan karikatur Surya Paloh dengan memakai kemeja putih tanpa jas dan sepatu serta mengangkat isu penggabungan partai Nasdem dan partai Gerindra. (Uchan)













