Daerah

Al Haris: Program Pertanian Jambi Harus Nyata, Genjot Swasembada Pangan

57
×

Al Haris: Program Pertanian Jambi Harus Nyata, Genjot Swasembada Pangan

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, MUARA BULIAN – Al Haris menegaskan komitmen kuat Pemerintah Provinsi Jambi dalam mendukung program pertanian nasional. Ia menekankan bahwa seluruh program harus memberikan dampak nyata bagi petani, bukan sekadar wacana.

Pernyataan tersebut disampaikan saat mendampingi kunjungan kerja Sudaryono di Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, dalam kegiatan Tanam Padi Cetak Sawah Rakyat (CSR), Selasa (21/4/2026).

Kegiatan ini juga diikuti 16 provinsi secara daring, lengkap dengan sesi interaktif bersama kepala daerah dan petani dari berbagai wilayah di Indonesia. Turut hadir Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arif, Wakil Bupati Bahtiar, unsur Forkopimda, OPD, serta penyuluh pertanian.

Dalam sambutannya, Al Haris menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan petani agar program pertanian berjalan optimal.

“Yang terpenting adalah hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya petani. Kita siap menindaklanjuti semua arahan pemerintah pusat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa momentum musim tanam harus dimanfaatkan maksimal, mengingat faktor cuaca yang tidak dapat dikendalikan. Koordinasi lintas sektor dinilai menjadi kunci keberhasilan.

Gubernur turut mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dalam penyediaan benih dan pupuk bersubsidi yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas pertanian di Jambi.

Saat ini, produksi padi di Jambi baru memenuhi sekitar 71 persen kebutuhan daerah. Artinya, masih terdapat kekurangan 29 persen untuk mencapai swasembada.

Pada 2025, program cetak sawah rakyat di Jambi telah terealisasi seluas 1.469,51 hektare. Sementara pada 2026, direncanakan tambahan 1.009,32 hektare yang tersebar di Kabupaten Bungo, Tebo, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Kerinci, dan Batang Hari.

“Ini kerja bersama. Semua pihak harus bergerak agar ketahanan pangan tetap terjaga,” tambah Al Haris.

Sementara itu, Wamentan Sudaryono mengingatkan pentingnya percepatan tanam di musim hujan, sebelum potensi fenomena El Nino datang.

“Air adalah faktor utama yang tidak bisa disediakan pemerintah. Maka manfaatkan musim hujan ini untuk menanam,” ujarnya.

Ia juga mendorong pemanfaatan seluruh lahan potensial, baik sawah baru, sawah reguler, hingga lahan rawa, demi menjaga ketahanan pangan nasional.

Kunjungan kerja ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian sebagai pilar utama pembangunan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerah. (Is)

Tinggalkan Balasan