Pendidikan

Literasi Digital: 150 Murid Baru SMK Citra Madani Rajeg Diingatkan Jejak Digital Pengaruhi Karier

15
×

Literasi Digital: 150 Murid Baru SMK Citra Madani Rajeg Diingatkan Jejak Digital Pengaruhi Karier

Sebarkan artikel ini
IMG 20260715 WA0103
Ketua Relawan TIK Provinsi Banten, Ahmad Taufiq Jamaludin, memberikan materi Literasi Digital dan Etika Bermedia Sosial kepada 150 murid baru SMK Citra Madani Rajeg dalam kegiatan Relawan TIK Goes to School (REGOS) pada rangkaian MPLS Tahun Pelajaran 2026/2027. Edukasi ini menekankan pentingnya menjaga jejak digital, beretika di media sosial, serta membangun karakter generasi muda yang cakap digital dan siap menghadapi dunia kerja.

NASIONALXPOS.CO.ID, KABUPATEN TANGERANG – Sebanyak 150 murid baru SMK Citra Madani Rajeg mendapat pembekalan mengenai literasi digital dan etika bermedia sosial dalam kegiatan Relawan TIK Goes to School (REGOS) yang digelar pada Rabu (15/7/2026). Edukasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 sesuai petunjuk teknis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Kegiatan yang mengusung tema “Literasi Digital dan Etika Bermedia Sosial” ini menghadirkan Ketua Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Relawan TIK) Provinsi Banten Ahmad Taufiq Jamaludin serta Kepala Bidang Komunikasi Publik Relawan TIK Banten Ilham Jumadi sebagai narasumber.

Advertisement
file 00000000f95871fa8381970073c004f3
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

Dalam pemaparannya, Ahmad Taufiq Jamaludin menegaskan bahwa jejak digital merupakan rekam jejak yang sulit dihapus dan dapat memengaruhi masa depan seseorang, termasuk saat melamar pekerjaan.

Menurutnya, perusahaan saat ini tidak hanya menilai kemampuan akademik dan keterampilan calon karyawan, tetapi juga memperhatikan aktivitas digital, mulai dari media sosial hingga riwayat email.

“Hati-hati karena jejak digital itu abadi. Banyak HRD kini memeriksa akun media sosial dan riwayat digital pelamar kerja. Apa yang kita unggah hari ini bisa menjadi penilaian di masa depan. Karena itu gunakan media sosial dengan bijak, hindari ujaran kebencian dan pikirkan dampaknya sebelum memposting sesuatu,” ujar Taufiq.

Selain penyampaian materi, para peserta juga mengikuti simulasi, menyaksikan film pendek bertema etika digital, serta berdiskusi mengenai berbagai studi kasus yang sering terjadi di media sosial.

Usai kegiatan, Taufiq menjelaskan bahwa edukasi tersebut merupakan bagian dari program Gerebek Digital yang dijalankan Relawan TIK Provinsi Banten untuk meningkatkan kecakapan digital masyarakat, khususnya generasi muda.

Selama pekan MPLS, Relawan TIK Banten secara serentak menggelar kegiatan serupa di sejumlah sekolah di Provinsi Banten, di antaranya SMPN 10 dan SMPN 14 Kota Tangerang, SDN Sukamanah III Rajeg, SMKN 13 Pandeglang, serta sekolah lain yang telah berkoordinasi dengan Relawan TIK.

“Kami ingin mewujudkan Banten semakin cakap digital. Walaupun jumlah trainer kami masih terbatas, kami terus berupaya hadir langsung ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi secara sukarela kepada generasi muda sebagai bekal menghadapi era digital,” katanya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Citra Madani, H. Jaenudin Prawira Negara, mengapresiasi konsistensi Relawan TIK Banten yang setiap tahun memberikan edukasi kepada peserta didik baru.

Ia menilai materi mengenai etika bermedia sosial sangat penting karena menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi peluang lulusan memasuki dunia kerja.

“Kami sepakat bahwa etika di media sosial sangat berpengaruh terhadap masa depan dan kesempatan berkarier. Karena itu kami terus berupaya membangun budaya sekolah yang bebas dari perundungan, baik secara langsung maupun melalui media sosial,” ujarnya.

IMG 20260715 WA0093

Jaenudin berharap kerja sama dengan Relawan TIK Banten dapat terus berlanjut sehingga SMK Citra Madani dapat berkembang menjadi sekolah yang mampu melahirkan lulusan dengan keterampilan digital, karakter yang baik, serta siap bersaing di dunia kerja.

Menurutnya, semangat Program MPLS Ramah yang dicanangkan pemerintah sejalan dengan upaya membangun lingkungan sekolah yang aman, bebas perundungan, dan beretika dalam bermedia sosial.

Dengan pembekalan tersebut, para murid baru diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi digital secara produktif, tetapi juga mampu menjaga jejak digital yang positif sebagai modal penting untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan