Daerah

SPPG Sukorejo 2 Blora Disuspend Permanen, Kepala Dapur Dicopot Usai Kasus Keracunan MBG

0
×

SPPG Sukorejo 2 Blora Disuspend Permanen, Kepala Dapur Dicopot Usai Kasus Keracunan MBG

Sebarkan artikel ini
IMG 20260911 WA01141
Wakil Kepala BGN Mayjen TNI (Purn.) Trenggono saat melakukan sidak di SPPG Sukorejo 2, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jumat (11/9/2026). BGN menemukan kondisi dapur dinilai sangat tidak layak dan banyak SOP tidak dijalankan hingga kepala dapur dipastikan dicopot dan SPPG diarahkan menuju suspend permanen.

NASIONALXPOS.CO.ID, BLORA –  Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil tindakan tegas terhadap SPPG Sukorejo 2, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, setelah ratusan siswa SMA Negeri 1 Tunjungan mengalami dugaan keracunan usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Kepala BGN Mayjen TNI (Purn.) Trenggono langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPPG Sukorejo 2, Jumat (11/9/2026). Dalam pemeriksaan tersebut, BGN menemukan kondisi dapur yang dinilai sangat tidak layak serta adanya sejumlah standar operasional prosedur (SOP) yang tidak dijalankan.

Atas temuan itu, Trenggono menegaskan Kepala Dapur SPPG Sukorejo 2, Afif Djaelani, akan dicopot. Sementara operasional SPPG tersebut akan dikenai suspend berat hingga berujung pada penghentian permanen setelah proses investigasi selesai.

“Perlu saya sampaikan bahwa ini ada kejadian fatal yakni keracunan makanan (MBG) di Blora, SPPG Sukorejo 2 Tunjungan. Untuk dapur ini harus diberikan tindakan tegas. Kita suspend berat hingga suspend permanen,” tegas Trenggono saat sidak.

Menurutnya, kondisi dapur menjadi salah satu persoalan serius yang ditemukan tim saat pemeriksaan. Selain kondisi fisik dapur yang dinilai tidak layak, pelaksanaan SOP juga menjadi sorotan.

“Saya lihat dapurnya sangat-sangat tidak layak, cukup jelek dan banyak sekali SOP yang tidak dilaksanakan. Nanti setelah investigasi 30 hari, langsung kita suspend permanen,” ujarnya.

Trenggono juga menegaskan pencopotan kepala dapur dilakukan karena dinilai tidak menjalankan tugas dan tidak mematuhi SOP yang telah ditetapkan.

“Kemudian kepala dapurnya juga jelas akan kita copot karena dia tidak menjalankan tugasnya dengan baik, tidak patuh pada SOP,” katanya.

Sidak tersebut turut didampingi Bupati Blora Arief Rohman, Wakil Bupati Blora Sri Setyorini selaku Ketua Satgas MBG Kabupaten Blora, Wakil Ketua DPRD Blora Lanova Candra Tirtaka, Dandim 0721/Blora Letkol Kav. Yudhi Agus Setiyanto, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora serta jajaran Forkopimcam Tunjungan.

Setibanya di lokasi, rombongan langsung meninjau kondisi bangunan dan operasional dapur. Evaluasi internal kemudian dilakukan di dalam dapur bersama Koordinator SPPG Wilayah Kabupaten Blora, Artika Diannita.

Dalam evaluasi tersebut, Kepala Dapur SPPG Sukorejo 2 Afif Djaelani bersama pemilik SPPG Wasono Basuki turut berada di lokasi dan mendengarkan teguran dari Wakil Kepala BGN.

Trenggono menyampaikan bahwa tindakan terhadap SPPG tidak serta-merta berkaitan dengan kesimpulan pidana. BGN masih menunggu hasil investigasi serta pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab kejadian.

“Kita lihat dulu apakah ada unsur kesengajaan yang mengakibatkan kejadian ini. Kalau memang ada unsur pidananya ya akan kita tindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Hasil laboratoriumnya juga masih diproses,” ujarnya.

Sebelumnya, Trenggono juga telah menjenguk korban yang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Dua korban dirawat di RSUD dr. R. Soetijono Blora dan satu korban lainnya di RS PKU Muhammadiyah Blora.

Ia menyebut kondisi para korban berangsur membaik dan sebagian tinggal menunggu keputusan dokter untuk diperbolehkan pulang.

Trenggono juga mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Blora dalam menangani kejadian tersebut, termasuk melakukan pemantauan terhadap para korban.

Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan terima kasih atas kedatangan langsung jajaran BGN untuk melakukan monitoring dan sidak.

Arief menilai kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama agar persoalan serupa tidak kembali terjadi. Ia juga mendorong adanya forum evaluasi lintas sektor karena komunikasi antara pengelola SPPG dengan unsur pimpinan daerah dinilai masih perlu diperkuat.

“Terima kasih Pak Wakil Kepala BGN yang sudah berkenan hadir ke Blora dan memberikan teguran keras kepada SPPG yang tidak sesuai standar. Semoga ini bisa menjadi pembelajaran untuk seluruh SPPG. Kita tidak ingin peristiwa seperti ini terjadi lagi,” kata Arief.

Kasus ini bermula pada Senin (7/9/2026), ketika ratusan siswa SMA Negeri 1 Tunjungan mengalami keluhan kesehatan seperti tidak enak badan, perut mulas hingga diare setelah mengonsumsi menu MBG yang didistribusikan SPPG Sukorejo 2.

Saat kejadian, pihak SPPG mengaku mendistribusikan menu berupa nasi ayam woku, tumis brokoli, sambal lalapan dan buah apel.

Kepala Dapur SPPG Sukorejo 2 Afif Djaelani membantah adanya unsur kesengajaan dalam kejadian tersebut dan memilih menunggu hasil investigasi.

“Menunya kemarin ayam woku, sambal lalapan, brokoli, dan buahnya apel. Kami tidak ada kesengajaan. Kami menunggu hasil investigasi saja,” ucap Afif singkat.

Kini, sorotan tidak hanya tertuju pada dugaan penyebab gangguan kesehatan para siswa, tetapi juga pada standar pengelolaan dapur SPPG yang dinilai BGN bermasalah. Hasil investigasi selama 30 hari dan pemeriksaan laboratorium nantinya menjadi penentu langkah lanjutan terhadap SPPG Sukorejo 2, termasuk kemungkinan adanya unsur pelanggaran hukum.

Tinggalkan Balasan