Daerah

Agus Wirawan Eko Saputro Dianugerahi Gelar “Pendekar Pencak Silat Jawa Barat”

7
×

Agus Wirawan Eko Saputro Dianugerahi Gelar “Pendekar Pencak Silat Jawa Barat”

Sebarkan artikel ini
IMG 20260928 121635
Pemberian serat Wawangi dari ketua padepokan pencak silat Sangsaka Buana Indonesia (kanan) kepada Kajari Gianyar Dr. Agus Wirawan Eko Saputro S.H.,M.H. (kiri). Foto: Ist

NASIONALXPOS.CO.ID, BOGOR — Komitmen terhadap pelestarian budaya lokal dan nilai-nilai kearifan tradisional kembali mendapat ruang dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung di Gedung Anggrek, Kebun Raya Bogor, Jumat (25/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bogor, Dr. Agus Wirawan Eko Saputro mendapat penghormatan dari Padepokan Pencak Silat Sangsaka Buana Indonesia melalui pemberian Serat Wawangi sekaligus penganugerahan gelar “Pendekar Pencak Silat Jawa Barat.”

Advertisement
Banner dalan konten ‎file 00000000f95871fa8381970073c004f3
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

Pemberian gelar tersebut merupakan bentuk penghargaan atas perhatian dan dukungan terhadap keberadaan serta pelestarian pencak silat tradisional sebagai bagian dari budaya Tatar Sunda Jawa Barat.

Dalam Serat Wawangi tersebut disebutkan bahwa Dr. Agus Wirawan Eko Saputro dinilai telah turut “ngarumule pencak silat tradisional budaya Tatar Sunda Jawa Barat”, yang bermakna turut menjaga, merawat, dan melestarikan pencak silat tradisional sebagai warisan budaya.

Gelar “Pendekar Pencak Silat Jawa Barat” dalam konteks tersebut merupakan gelar kehormatan budaya, bukan gelar akademik maupun jabatan kedinasan. Pemberian gelar menjadi simbol penghormatan sekaligus ikatan antara tokoh yang menerimanya dengan komunitas pencak silat serta budaya Sunda.

Agus menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan semata-mata merupakan penghormatan kepada dirinya secara pribadi, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga warisan budaya bangsa.

“Pencak silat bukan hanya tentang kemampuan bela diri, tetapi juga mengandung nilai disiplin, keberanian, ketekunan, persaudaraan, dan penghormatan terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat membangun masyarakat yang berkarakter dan berintegritas,” ucap Agus.

Menurutnya, pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama. Generasi muda perlu diberikan ruang untuk mengenal dan mencintai budaya daerah agar warisan leluhur tersebut tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.

IMG 20260928 121708
Foto: Ist

Pemberian Serat Wawangi tersebut juga mengandung doa dan harapan agar penerima senantiasa memperoleh “mulus rahayu, berkah, salamet, jembar manah”, serta memiliki kecintaan terhadap budaya Sunda dan budaya bangsa.

Kegiatan di Gedung Anggrek Kebun Raya Bogor tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara institusi penegak hukum, masyarakat, dan komunitas pelestari budaya, dengan semangat membangun kebersamaan serta menjaga nilai-nilai luhur yang hidup di tengah masyarakat.

Dengan diterimanya gelar kehormatan tersebut, Kajari Kota Bogor diharapkan dapat terus mendorong semangat pelestarian budaya, khususnya pencak silat tradisional Jawa Barat, sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional.

“Budaya menjaga jati diri bangsa, sementara integritas menjaga kehormatan dalam pengabdian.” tandasnya.

Tinggalkan Balasan