Tangerang Raya

Pondok Pesantren DAI Preneur Indonesia Mulai Dibangun di Tigaraksa, Warga Antusias

10
×

Pondok Pesantren DAI Preneur Indonesia Mulai Dibangun di Tigaraksa, Warga Antusias

Sebarkan artikel ini
IMG 20261014 WA0017
Papan penanda lokasi pembangunan Pondok Pesantren DAI Preneur Indonesia di Kampung Tapos Gardu, Desa Tapos, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Rabu (14/10/2026). Pesantren ini direncanakan memadukan pendidikan agama dengan pembekalan kewirausahaan bagi para santri. (Foto: Istimewa)

NASIONALXPOS.CO.ID, TANGERANG – Pembangunan Pondok Pesantren DAI Preneur Indonesia resmi dimulai di Kampung Tapos Gardu, RT 02 RW 01, Desa Tapos, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (14/10/2026). Kehadiran pesantren ini disambut antusias masyarakat yang berharap dapat menjadi pusat pendidikan agama sekaligus pembentukan akhlak generasi muda.

Pondok pesantren tersebut mengusung konsep DAI Preneur, yakni memadukan pendidikan keagamaan dengan pembekalan keterampilan kewirausahaan. Konsep ini diharapkan mampu melahirkan santri yang memahami ilmu agama, berakhlak baik, mandiri, serta memiliki jiwa usaha.

Advertisement
file 00000000f95871fa8381970073c004f3
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

Kepala Desa Tapos, Khaerudin, menyampaikan apresiasi kepada pimpinan, pengurus, dan anggota pondok pesantren atas dimulainya pembangunan tersebut di wilayahnya.

Ia berharap pembangunan berjalan lancar dan keberadaan pesantren nantinya memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan pendidikan keagamaan anak-anak dan generasi muda.

Sejumlah tokoh yang terlibat dalam kepengurusan pesantren di antaranya KH Syahdan Syahrul Romadhon, S.Ag., M.M., selaku pengasuh sekaligus pimpinan pondok pesantren, H. Darwoko atau H. Eko Tapos sebagai pembina, H. Bahriyudin atau Bahri sebagai koordinator, serta Sahrudin selaku Ketua BPD yang tercatat sebagai anggota. RT 02 Ujid dan RT 12 Purkon juga tercatat sebagai anggota.

IMG 20261014 WA0016

Masyarakat Desa Tapos berharap keberadaan pesantren tersebut kelak memudahkan anak-anak dan cucu mereka mendapatkan pendidikan agama serta membangun akhlak yang baik.

Pada tahap awal, persiapan lahan dan penanda lokasi pembangunan telah dilakukan. Masyarakat berharap proses pembangunan berjalan lancar, menghasilkan fasilitas pendidikan yang layak, serta membawa dampak positif bagi perkembangan pendidikan dan kemandirian ekonomi warga sekitar.

Tinggalkan Balasan