NASIONALXPOS.CO.ID, BAUBAU/SULTRA -Dinas Pertanian (Distan) Kota Baubau Sulawesi Tenggara(Sultra) menerjunkan 24 pengawas hewan Qurban di delapan kecamatan untuk memeriksa kesehatan dan kelayakan hewan qurban dalam perayaan hari raya Idul Adha tahun 2021 ini.
Kepala Distan Baubau, Muhammad Rais mengungkapkan tim pengawas tersebut dibagi tiga orang tiap kecamatan yang bertugas memeriksa kesehatan hewan qurban ditempat pemotongan agar layak dikonsumsi masyarakat.
Selain memeriksa kesehatan hewan qurban kata Rais, tim tersebut juga turut andil memastikan pelaksanaan qurban harus tetap mematuhi protokol kesehatan.
“Tim ini akan menyampaikan kepada pemotong hewan qurban supaya menerapkan protokol kesehatan sesuai SOP antara lain memakai masker, cuci tangan, menjaga jarak dan mengindari kerumunan. Jadi selain Satgas Covid dan Dinas Kesehatan, kami juga mengambil peran karena protokol kesehatan menjadi tanggung jawab kita semua untuk saling mengingatkan,”kata Rais kepada media ini,Senin(19/7/2021).
Rais menambahkan, khusus hari raya Idul Adha dan karena masih pandemi Covid, pihaknya juga tidak mengharuskan pemotongan hewan qurban dilakukan di rumah pemotongan hewan(RPH) guna menghindari kerumunan. Sehingga diperbolehkan dilakukan ditempat-tempat yang sudah ditentukan pihak yang berkurban dengan tetap diawasi oleh tim.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Baubau, drh Jusriati menambahkan pemeriksaan kesehatan hewan qurban dibagi dua tahap yakni pemeriksaan hewan qurban sebelum disembelih(ante mortem) dan pemeriksaan organ dalam hewan qurban pasca disembelih(post mortem).
Ia mengatakan, bila dalam pemeriksaan post mortem ditemukan ada yang berpenyakit maka pihaknya akan lansung melakukan penyitaan terhadap daging tersebut untuk dimusnahkan.
“Daging yang akan kita sita itu bila ditemukan ada penyakit seperti cacing, abses, kanker, tuberculosis, dan daging yang rusak. Karena pemeriksaan post mortem yang kita periksa adalah organ dalamnya mulai dari jantung, hati, paru-paru, dan ginjal. Sehingga jika kami temukan ada abnormal maka kita sita”jelasnya.
Meski begitu kata Jusriati, sejauh ini pihaknya belum menemukan adanya penyakit hewan yang menular ke manusia, seperti penyakit anthrax.(NDS)













